Pinjaman Ke-RT-an

Koperasi Indonesia

Ada kalanya dalam suatu Rukun Tetangga(RT) ataupun Rukun Warga(RW) membutuhkan suatu anggaran untuk membangun tempat tinggalnya seperti Fasilitas bermain anak, Taman, Masjid/Musholla, perbaikan Jalan, Instalasi Lampu Jalan, dll.
Tapi belum tentu semua warga rela mengeluarkan Uang untuk pembangunan tersebut, ada yang berpikir

ah saya juga ga akan lama disini

Cicilan rumah aja belum lunas

iuran bulanan aja sudah bikin berat

bahkan ada yang paling lantang menyuarakan pembangunan, tapi saat diminta untuk membayar iuran paling susah. itu yang paling repot.

Tapi dengan adanya iuran bulanan warga setiap bulannya, jika dari uang kas yang terkumpul tiap bulan bisa cukup untuk membayar cicilan pinjaman, kenapa tidak meminjam uang ke Bank/koperasi? untuk membangun Fasilitas yang dibutuhkan warga. Sehingga warga tidak terbebani dengan tambahan biaya lagi setiap bulannya untuk pembangunan.

kebetulan ibnux menjadi ketua RT di komplek tempat ibnux tinggal, dan menghasilkan aplikasi bernama ERTE, pada tanggal 17 Februari 2015 ibnux diundang ke Kelurahan untuk mengikuti acara dari salah satu Koperasi Syariah.

Dari sini ibnux berpikir, seharusnya uang kas disimpan saja di Koperasi ini dan sekalian pinjam dana untuk pembangunan fasilitas warga, lagian simpan uang kas di Bank bisa habis dipotong biaya Administrasi Bank tiap bulannya, sedangkan di koperasi hanya ada iuran rutin bulanan, dan yang paling penting, pinjamannya tanpa agunan.

pertanyaannya bisakah meminjam atas nama warga atau RT atau RW?
besok mungkin akan ditemukan jawabannya setelah ibnux bertemu lagi dengan Pengurus koperasinya, karena di penjelasan pinjamannya sendiri lebih ke pinjaman usaha http://www.kpp-umkm.org/id/Pembiayaan/

sayang sekali jika tidak ada yang melirik ke pembiayaan ke-RT-an, apalagi jika uang kas dr warga ada bagian yang cukup untuk membayar cicilannya.
ketimbang setiap warga harus iuran lagi tiap mau bangun fasilitas umum.