Category Archives: Artikel

Pencuri Joule Super by @DickyZainal

Pada Kultweet kali ini Kang Dicky membahas cara mencuri Joule yang Super sekali (Salam Super!)
dimana perangkat ini berguna untuk mengambil daya listrik dari Baterai yang “katanya” sudah habis.

Komponen yang diperlukan

  1. ProtoBoard
    http://duniaelektro.com/product_info.php/project-board-breadboard-p-815 (Rp. 35.000)
  2. Toroid
    http://rajapemancar.com/product-detail/59/349/toroid-bundar-kecil (Rp. 5.000)
    http://rajapemancar.com/product-detail/59/352/toroid-bundar-besar (Rp. 35.000)
  3. Transistor 2n3904
    http://duniaelektro.com/product_info.php/2n3904-p-192 (Rp. 500)
  4. Potensiometer 1M
    http://duniaelektro.com/product_info.php/potensio-a1m-mono-p-1781 (Rp. 4.500)
  5. Resistor 1K
    http://duniaelektro.com/product_info.php/ohm-p-438 (Rp. 50)
  6. Kapasitor 1000uF 16V
    http://duniaelektro.com/product_info.php/1000uf-16v-p-625 (Rp. 600)
  7. Lampu LED
    http://duniaelektro.com/product_info.php/led-super-bright-10mm-putih-p-1810 (6 x Rp. 1.200)
  8. Kabel

    http://duniaelektro.com/index.php/kabel-cable-c-91

  9. Tempat Baterai (Opsional)
    http://duniaelektro.com/product_info.php/box-battery-tempat-baterai-hitam-p-1526 (Rp. 5.500)

Total perkiraan Proyek Rp. 58.350 – Rp. 88.350
Tergantung ukuran Toroid, harga bisa berubah sewaktu waktu. perhitungan belum termasuk ongkir dan kabel
Saya tidak bekerja sama dengan duniaelektro.com
Jika tinggal di Bandung, tinggal main ke Cikapundung

Sekarang mari disimak KulTweet cara pembuatannya

8 maksudnya :D

Oke selamat mencoba membuatnya :D
Memang kadang agak malas, karena pengennya tinggal pakai yang sudah jadi.
Kickstarter aja gitu? #halah

Yang sudah mencoba, silahkan komentarnya dibawah :D
ada yang tahu teorinya?

Cara membuat baterai dari karbon/arang dan aluminium foil

Setelah kemarin membahas cara membuat Baterai dari air & pasir laut/garam, Sekarang @DickyZainal membahas cara membuat Baterai dari Karbon atau Arang, mari kita simak dibawah ini

Sama dengan Tweet sebelumnya, disinipun menggunakan Air Laut/Garam.
Soal awetnya, jika diperhatikan di tweet no 14, menggunakan cara ini lebih awet.
perlu diperhatikan, jumlah arangnya (ukuran) tidak mempengaruhi voltase, lihat no 12.

yuk mari kita coba dan bandingkan mana yang lebih awet :)

Membuat baterai dari air dan pasir laut

Beberapa waktu lalu akun @DickyZainal membuat sebuah tweet soal membuat Baterai dari air dan pasir laut, pembuatannya sangat simple berikut Tweet nya

Ralat: Seharusnya secara seri bukan secara paralel

Bagaimana? Tertarik untuk membuatnya?
Bagaimana jika disambungkan dengan inverter agar arus DC diubah menjadi AC untuk rumah?
saya gak ngerti elektronika, mungkin saja bisa, hanya perlu diperhatikan berapa lama sanggup bertahan baterai ini.
Jika anda tinggal di pantai, bisa jadi gak perlu listrik dari PLN lagi :D

Selamat mencoba, kabarin hasilnya di komentar yah

Bohong @smartfrenworld kasih kompensasi bonus 50%

Peristiwa Matinya jalur Internet International Smartfren (16-17 & 23-26 Maret 2013) cukup menjengkelkan, karena dari awal disconnect ga ada satupun penjelasan dari Smartfren, dan parahnya akun @smartfrenworld dengan santai promosi terus aja, masih misteri kenapa Akun tersebut masih bisa Twitteran. sampe akhirnya Pak @tifsembiring menghubungi Smartfren dan barulah Smartfren membuat pernyataan.


Padahal klo dari awal ada penjelasan bahwa ada sesuatu yg rusak, pasti pengguna bisa maklum.

lalu pihak Smartfren menjelaskan bahwa ada kompensasi atas masalah yang terjadi, yaitu memberikan tambahan kuota 50%


iya, katanya akan dikasih tambahan kuota 50% klo beli Pulsa/paket gitu, ngga mau rugi :D jadi harus keluar uang dulu buat dapat kompensasi udah gitu palsu

Saya pengguna layanan Connex Evo, yang dimana pulsa masuk akan otomatis menjadi kuota.
sudah lama saya menggunakannya dan di Connex Evo tiap isi ulang selalu dapat bonus kuota 50%

jadi seharusnya Total bonus yang didapat adalah 100%, tapi tetep aja cuma 50%, sama aja dengan bohong yah?

tadi siang dapat sms Donasi pulsa 150rb untuk kuota SMartfren saya dari seorang teman

Kuota dan bonus

Kuota dan bonus

Balance data bertambah 12GB , sebelumnya ada sisa 1GB lebih. dan bonus tetep 6GB, 50% dari kuota. digambar sudah saya pake buat download SDK Nokia tadi siang.

jadi Bonus ini darimana? bonus connex Evo kah atau Kompensasi?

entahlah, sebagai konsumen, kita hanya bisa mengeluh….

 

 

 

Kata-kata Bijak yang Koplak!

Kemampuan yang paling hebat, dan juga paling mengerikan dari para filsuf, sastrawan, dan penulis amatiran (seperti saya), adalah merangkai kata-kata.. Kemampuan persuasi, yang bisa membuat hal-hal yang sebenarnya koplak, terlihat bijak.. Suatu hal-hal yang jelas salah pun, akan bisa terlihat luar biasa benar, luar biasa masuk akal lengkap dengan argumen yang indah dan berbunga-bunga, yang kedengarannya muncul dari seorang bijak berjanggut yang sedang bersemedi di bawah pohon, lengkap dengan kicauan burung di latar belakang..

Kata-kata bijak berikut ini, saat pertama anda membacanya, anda mungkin akan manggut-manggut setuju, hati anda tersentuh, bahkan mata anda akan berkaca-kaca sambil menghela napas panjang sambil membatin: ‘iya juga yaa..’ Benarkah itu bijak? Yuk kita kritisi..

“Kita tidak perlu menghakimi keburukan orang lain.. Biarlah itu urusan dia dengan Tuhannya.. Hanya Tuhan yang tahu mana yang paling benar. Hanya Tuhan lah yang berhak menghakimi, di akhirat kelak..”

Wow, wow, wow, tunggu dulu.. Jika saja hanya Tuhan yang berhak menghakimi, mari kita bubarkan semua lembaga peradilan, karena manusia tidak berhak menghakimi bukan? Mau orang korupsi, mencuri, menjadi gay dan lesbian, menghina agama, bahkan membunuh orang lain, biarkan saja.. Toh kita tidak berhak menghakimi orang lain kan? Hanya Tuhan yang berhak.  Jadi jika ada polisi yang coba mendenda kita karena buang sampah atau merokok sembarangan di Singapura, tampar saja si sok tahu itu, dan katakan: “hanya Tuhan yang berhak menghakimi saya!!” Jika kita hanya membiarkan Tuhan yang mengadili semua keburukan-keburukan manusia di dunia, kita tidak perlu hukum lagi, dan mari kita kembali ke zaman batu (bahkan manusia zaman batu pun punya peraturan). Atau kita ikuti saja kata-kata teman saya: “Lemah teles, Gusti Alloh seng mbales..”

“Kenapa kita ribut-ribut masalah yang sepele sih? Pornografi diributin, penulis buku yang mempromosikan lesbi dihalangin.. Lady Gaga diributin.. Mendingan urusin tuh koruptor, mereka yang lebih berbahaya bagi bangsa kita ini..”

Weks.. Ini sih sama saja dengan: “Ngapain kita tangkap orang yang nyolong sandal, tuh yang maling motor aja dikejar..”. Lha perbuatan buruk, besar atau kecil, tetap harus dihalangi.. Jika orang tersebut menentang pornografi, bukan berarti dia diam saja terhadap koruptor kan? Bukankah lebih baik kita menjaga dari keduanya.. Katakan: say no to pornografi dan korupsi! Dua-duanya, menurut saya, cepat atau lambat, akan menghancurkan negara ini.. bahkan masyarakat barat sendiri pun cukup resah dengan pornografi, koq malah kita mendukungnya?

“Tuhan itu maha kuasa, maha agung, maha besar. Jadi ga perlu dibela. Jika kalian membentuk gerakan untuk membela agama, itu sama saja dengan kalian melecehkan kekuasaan dan kekuatan Tuhan. Tuhan ga perlu dibela..”

Weleh, tunggu sebentar.. Organisasi-organisasi agama yang dibentuk selama ini, dari agama manapun, didirikan untuk membela Tuhan, atau untuk kepentingan para pemeluk agama? Organisasi tersebut dibentuk untuk mengurusi, menyuarakan, dan mengakomodasi kepentingan para penganutnya.. Jika organisasi tersebut bertujuan melindungi kepentingan para anggotanya, kenapa dituduh sedang berusaha membela Tuhan? Saya koq tidak ingat ada organisasi agama yang visi dan misi organisasinya adalah: “untuk membela Tuhan di muka bumi..”

“Kenapa sih anti banget dengan seks bebas? Anti banget dengan rok mini? Padahal diam-diam toh suka nonton film porno, doyan seks juga, suka melototin paha juga.. Dasar otaknya aja yang kotor.. Bersihin tuh otaknya, jangan urusin pakaian orang lain.. Kalau otaknya bersih dan imannya kuat, mau ada yang telanjang di depannya juga ga akan tergoda.. Gak usah munafik dan sok suci deh..”

Lhaaa… Sebentar… Kelompok yang anti seks bebas bukan berarti mereka ga doyan seks ya.. Yang menjadi penentu adalah bagaimana cara kami menyalurkan hasrat kami.. Kami tentu saja suka seks, menikmati seks, tapi dengan pasangan kami, dengan cara yang bertanggung jawab.. Seks merupakan rahmat Tuhan, tapi nikmatilah secara bertanggung jawab.. Jika kami memang maniak seks yang suka meniduri semua makhluk yang berkaki dua, tentu saja kami dengan senang hati mendukung seks bebas.. Itu berarti kami makin bebas meniduri berbagai macam wanita tanpa harus pusing mikirin pampers dan susu, karena, dengan menyebarnya paham seks bebas, makin banyak wanita yang bersedia kami manfaatkan (dan kami tiduri), kemudian kami tinggalkan setelah puas..

Otak kami yang kotor? Ayolah, jika saja para lelaki diciptakan tanpa nafsu, maka sudah lama manusia punah.. Sudah kodratnya laki-laki akan tergerak nafsunya jika melihat paha wanita.. Jika ada lelaki yang dengan gagah berani bilang tidak tergerak nafsunya saat melihat paha wanita cantik, itu hanya omong kosong agar semakin banyak wanita yang memamerkan pahanya dengan senang hati.. Rok mini, memang diciptakan untuk memancing perhatian (dan nafsu) para lelaki.. Jika kami memang berfikiran kotor dan tak bisa menahan iman, tentu kami akan turun ke jalan untuk mendukung semua wanita memakai rok mini.. Makin banyak wanita yang bisa memuaskan nafsu kotor kami.. Jadi, siapakah yang berfikiran kotor dan tidak bisa menahan iman? Para lelaki yang menentang rok mini, atau pendukungnya? Para penentang seks bebas, atau pendukungnya?

Propaganda, seringkali seperti pelacur, menggunakan riasan tebal dan indah untuk menutupi kebusukan di baliknya..

“Lady Gaga koq diributin.. Apa bedanya dengan yang sudah ada di Indonesia? Penyanyi Indonesia juga banyak tuh yang seronok. Tuh penyanyi dangdut seronok masuk sampai ke kampung-kampung, ditonton anak-anak. Jika mau adil, yang seperti itu juga dilarang dong..”

Lha para pendukung kebebasan itu memangnya selama ini mendukung pelarangan pornografi sampai ke kampung-kampung? Dulu saat Inul banyak yang menentang, kaum liberalis juga menggunakan dalil yang sama: ‘yang lain juga dilarang doong’. Protes soal chef Sarah Quin (betul ga ya namanya?), juga ditentang dengan alasan: ‘dia ga sengaja tampil seronok koq’. Jika tempat-tempat maksiat digerebek, katanya menghalangi orang cari nafkah. Jika penyanyi dangdut seronok itu diprotes masyarakat sekitar, dijawab: urus dosa masing-masing, kalau ga suka ya ga usah nonton.. Bahkan di saat semua itu berusaha dikurangi dengan UU Anti Pornografi dan Pornoaksi, banyak yang menjerit-jerit: “jangan memasung kebebasan berekspresi!” Intinya kan sebenarnya: “Jangan larang kami melakukan pornografi dan pornoaksi, di tingkat manapun! Mau kami menari bugil sambil mutar-mutarin baju di atas kepala di genteng rumah kami, yo jangan protes!” Jadi, kenapa membanding-bandingkan Lady Gaga ama Keyboard Mak Lampir? (julukan para pedangdut seronok di daerah kami..). Toh dua-duanya sebenarnya kalian dukung, atas nama kebebasan berekspresi? Kami, malah sedang berusaha menentang dua-duanya..

“Kita hidup dlm masyarakat yg sangat plural, sehingga setiap individu hendaknya bebas memilih & menjalankan apapun prinsip hidupnya (termasuk mendukung Irshad Manji atau Lady Gaga), lalu semuanya saling menghormati dlm segala perbedaan pilihan tsb”

Hmm.. Bijak dalam teori, kacau balau dalam praktek. Jika saja semua individu bebas menjalankan prinsip hidupnya, maka kita ga perlu nunggu suku Maya meramalkan akhir dunia. Bisa dibayangkan, jika banyak orang yang mendukung Sumanto, lalu menjalankan prinsip hidupnya sebagai kanibal, maka ayam goreng Kentucky ga bakal laris lagi, dan banyak orang yang nenteng-nenteng pisau daging dan botol merica di jalanan.. Atau, jika banyak orang yang mendukung Amrozi, kemudian menjalankan prinsip hidupnya sebagai pelaku bom bunuh diri, maka terminal bus way yang paling sesak pun akan bubar dalam 5 detik (termasuk penjaga tiketnya) begitu ada lelaki menyandang ransel datang mendekat..

Ya, ya saya tahu.. Argumen saya di atas pasti akan berusaha dimentahkan dengan argumen: “yang penting kan ga merugikan kalian” dalam bentuk kata-kata bijak nan koplak berikut:

“Apa salahnya dengan pornografi? Atau lesbi? Atau perbuatan-perbuatan maksiat lainnya? Toh ga merugikan anda. Jika anda tidak suka, ya ga usah ditonton, ga usah diikuti.  Jika takut anak anda terpengaruh, ya perkuat pendidikan iman anak-anak anda. Kalau iman sudah kuat, mau 1000 Lady Gaga datang ke Indonesia, iman kita (dan anak-anak kita) tidak akan terpengaruh..”

Hellooo.. Kita memang makhluk individu, tapi kita juga makhluk sosial. Setiap tindakan kita, sekecil apapun, akan berpengaruh terhadap lingkungan kita. Contoh gampangnya, kenapa kita protes sama tetangga kita yang buang sampah ke kali? “Toh sampahnya sampah dia sendiri (ya mana mungkin dia dengan ikhlas buangin sampahnya ente), kalinya bukan milik mbahmu, lantas kenapa ente yang sewot?” Lha memangnya kalo banjir, banjirnya muter-muter dulu cari siapa bajingan yang membuang sampah, lalu terus menyerbu menggenangi rumah tetangga anda saja sampai setinggi kepala?

Ok kita tidak suka perbuatan-perbuatan maksiat, dan kita berhasil menghindarinya. Lalu kita juga menanamkan iman yang kuat ke anak-anak kita, dan juga berhasil. Dan kita teriak ke luar sana: “Maree seneee Lady Gaga, Freddy Mercury, Jhon Kei dan Mak Lampir jadi satu!! Iman saya dan keluarga saya dah kuat koq!” Tapi sekian tahun ke depan, tiba-tiba ada anak tetangga kita yang kecanduan pornografi, lalu tidak tahan, dan akhirnya memperkosa anak perempuan kita.. Atau ada orang yang mabuk karena alkohol dan narkoba, lalu menabrak seluruh keluarga kita yang sedang jalan-jalan di trotoar.. Atau anak perempuan kita hilang, diculik sindikat yang menjualnya ke prostitusi.. Atau anak lelaki anda disodomi keluarga jauh anda.. Atau seorang pecandu merampok dan membunuh anda karena butuh uang untuk beli sabu.. Sama seperti banjir, ekses negatif dari perbuatan maksiat, tidak akan pernah pilih-pilih siapa korbannya, baik anda berbuat maksiat atau tidak..

Benar, bahwa kita tidak salah 100%, tapi, sebenarnya, kita tetap punya andil dalam hal itu. Kita sukses memperkuat iman keluarga kita, tapi kita abai dengan lingkungan kita. Itulah kenapa dalam Islam ada seruan: “amar makruf, nahi munkar”. Menyeru kepada kebajikan, mencegah kemungkaran. Jika kita mengabaikan kemunkaran di lingkungan kita, dengan prinsip: “urus dosa masing-masing”, yakinlah, cepat atau lambat, kita akan memetik hasilnya…

“Beri saya 10 media massa, maka saya akan merubah dunia..”

Saat ini, sungguh naif jika kita percaya media mainstream akan memberikan opini yang netral dan berimbang terhadap semua hal. Mereka akan memberikan opini yang sesuai dengan kepentingan sang pemilik (gimana kalo pemiliknya adalah Ryan Jagal?). Sungguh sangat berbahaya jika kita menganggap semua yang diberitakan media adalah berita yang 100% benar, tanpa berusaha mengkritisi dan mencari berita dari sudut pandang lain sebagai penyeimbang. Yuk, kita kritisi kata-kata bijak penutup ini..

“Menonton atau membaca pornografi, kekerasan, atau apapun tidak akan mempengaruhi saya. Toh semua manusia dibekali filter untuk menyaring, dan otak untuk berfikir. Jadi mau saya baca atau tonton ribuan kali pun , tidak akan merubah pendirian saya.. Satu kali nonton konser lady Gaga tidak akan membuat yg nonton jd pemuja setan dan lesbian kan?”

Hohohoho.. Yuk kita bandingkan keadaan sekarang dan keadaan 20 tahun yang lalu, tahun 80-90an. Zaman dulu, seks bebas di Indonesia masih sangat sedikit jumlahnya. Untuk kaum remaja saat itu, bergandengan tangan di depan umum saja, sudah menimbulkan ledekan yang membuat sang pelaku ingin menceburkan diri ke selokan terdekat. Lihat anak-anak sekarang? Mungkin anda sendiri yang dengan sukarela akan menceburkan diri ke selokan terdekat saat melihat gaya mereka berpacaran. Bahkan sekarang mereka dengan senang hati menyebarkan prilaku mereka dalam bentuk video yang jumlahnya mulai menyaingi produksi film porno Amerika dalam setahun.. Kenapa bisa bergeser? Apa anda kira para orang tua dan guru lah yang menanamkan dogma: “Anakku, kamu harus rajin-rajin seks bebas yaa, biar dapat rangking.. Yuk kita memasyarakatkan seks bebas dan menseks bebaskan masyarakat..”?

Jadi, siapa yang mengajari mereka? Jawabannya sederhana: media massa. Selama berpuluh-puluh tahun mereka menggempur otak bawah sadar kita dengan berbagai film, buku, berita, cerita, sinetron, dan lain-lain yang secara sangat halus menyiratkan: “Seks bebas itu hal yang biasa aja cooy.. Anak gaul, malu dong jika masih perawan di usia 18. Tuh, banyak artis idola kamu yang melakukannya.” Memang benar 1000 kali membaca, atau 1x nonton Lady Gaga belum tentu merubah kita.. Tapi, pesan-pesan itu ditanamkan selama berpuluh-puluh tahun, dalam bentuk jutaan pesan per tahun, dari berbagai arah, terhadap anda dan keluarga anda. Yakin anda dan keluarga anda tidak terpengaruh sedikitpun?

Siapa yang paling mudah bobol? Tentu saja anak anda. Anda kira, kenapa iklan McDonald dan rokok mengarah kepada anak-anak dan remaja? Karena merekalah berada dalam fase yang labil dan paling mudah dipengaruhi, dibandingkan orang tuanya. Saat mereka menjadi dewasa dan lebih bijaksana, rokok, junkfood dan seks bebas itu sudah menjadi kebiasaan mereka, candu mereka, sehingga mereka akan sangat sulit meninggalkannya, walau akhirnya paham kerusakan macam apa yang ada dibaliknya.

“Tetap ngga ngaruh maaas, iman gue kan KW1? Mungkin. Tapi, sedikit banyak, anda akan terpengaruh. Anda akan menjadi permisif: “Biar ajalah orang lain melakukannya, yang penting aku tidak.. Toh banyak yang melakukan, dan itu bukan urusanku”. Itulah yang menjadi target selanjutnya: menanggalkan kontrol sosial anda.. Jika laju ‘cuci otak’ ini terus berlanjut, sepuluh tahun ke depan, jangan heran jika akhirnya kitalah yang mengekspor video porno ke Amerika dan masyarakat Amerika lah yang nonton konser Iwak Peyek Tour 2022..

“Jangan melihat siapa yang mengatakan dong. Kalau mau mengkritisi, kritisi gagasannya, kata-katanya, fikirannya. Jangan kritisi pribadi dan kelakuannya (bahasa alaynya: ad hominem).”

Oalaaah.. Saya beri contoh kasus ringan. Misalnya, kata-kata ini diucapkan dua orang yang berbeda: “Saya akan memajukan bangsa Indonesia. Saya akan berjuang menciptakan budaya bebas korupsi, pola hidup sederhana, dan mengikis habis kebohongan birokrat dan legislatif” Yang pertama, diucapkan oleh Buya Hamka. Satu lagi, diucapkan Angelina Sondakh. Saya rasa, yang pertama membuat anda manggut-manggut percaya, dan yang kedua membuat anda setengah mati menggigit bibir, lalu terguling karena tertawa terbahak-bahak.. Kenapa kata-kata yang sama persis, dengan nada sama persis, tapi diucapkan oleh dua orang yang berbeda, hasilnya bisa berbeda? Setiap kata-kata, sebijak apapun, selalu ada motif dibaliknya. Dan motif itu, sangat terkait dengan pribadi orang yang mengucapkannya. Jadi, kenapa kita tidak boleh mengkritisi pribadi yang mengucapkannya?

Jika anda ingin minta pendapat tentang gaya rambut, anda bertanya kepada penata rambut, atau ke tukang las? Jika saya bilang “lha masa tukang las mengerti soal gaya rambut”, apa itu ad hominem?

Kasus Irshad Manji adalah contoh lain yang gamblang tentang hal itu. Dia dibesar-besarkan media sebagai seorang reformis muslim yang berusaha mencerahkan umat Islam. Tapi di dalam bukunya, ia membantah prinsip-prinsip Islam sendiri dengan cara mempromosikan lesbian, gay dan transgender, menghina jilbab, bahkan meragukan kesempurnaan Al Quran..  Jika kita mengkritisi pribadinya yang lesbian (dan tentu saja ia akan berjuang keras agar lesbian dihalalkan dalam Islam) dan mengkritisi sikapnya yang meragukan Al Quran, di mana salahnya? Bukankah kita memang selalu menilai siapa yang berbicara, bukan hanya apa yang ia ucapkan? Bagaimana mungkin dia seorang muslim, jika ia meragukan Al Quran? Itu kan sama saja dgn ia mengaku lesbian, sambil menyatakan lagi jatuh cinta dgn Rhoma Irama.. Lha kenapa jika kami meragukan keislamannya, tiba-tiba muncul teriak-teriak histeris “Ad hominem! Ad hominem!?”

Nah, kata bijak terakhir ini, mungkin adalah yang paling masuk akal, dan paling sulit dibantah. Tapi mungkin juga, inilah kata-kata bijak yang paling koplak..

“Di masyarakat yang plural ini, janganlah ada pemaksaan kehendak. Biarlah setiap orang melakukan pilihannya sendiri, tanpa paksaan. Sesuatu yang dipaksa itu pasti tidak baik. Nilai yang dianut setiap orang berbeda, jadi jangan paksakan nilai yang kamu anut terhadap orang lain.. Jangan jadi tirani mayoritas..”

Sulit membantahnya kan?

Pertama-tama, saya tanya dulu: apakah sebagian besar dari kita memang dengan sukarela masuk kerja jam 8 dan pulang jam 5 atau bahkan lembur? Apakah memang kita yang memohon-mohon agar jatah cuti kita setahun cukup dua minggu? Apa anda memang luar biasa ikhlas dengan jumlah gaji anda sekarang? Jika tidak, kenapa anda tidak coba mengatakan kepada atasan anda sekarang:”Maaf pak, sebenarnya saya menganut paham bahwa kerja itu hanya 3 jam sehari, cuti 6 bulan dalam setahun, dengan gaji minimal 30 juta. Jadi, jangan paksakan kehendak bapak..”

Apa anda dulu saat remaja belajar dengan sukarela, ikhlas bin legowo?

Semua hukum dan undang-undang, apalagi dalam alam demokrasi, pada prinsipnya, adalah pemaksaan kehendak, dari sebagian besar masyarakat yang sepakat, kepada masyarakat lainnya yang tidak sepakat. Memangnya semua orang setuju dengan UU tentang Narkotika? Atau UU tentang Korupsi? Atau bahkan UU Pajak? Apa anda kira semua wajib pajak memang sudah gatal setengah mati ingin membayar pajak sebesar itu? Lha kenapa kaum liberal ga pernah menjerit-jerit di jalanan: “Jangan paksakan kehendak! Biarkan mereka bayar pajak seikhlasnya..”

Jadi kenapa, saat ada penduduk di suatu daerah setuju untuk memberlakukan perda anti prostitusi, perjudian dan miras, dengan hukuman cambuk bagi pelakunya, kaum liberal tiba-tiba lantang berteriak “Itu melanggar HAM!”. Anda kira memenjarakan orang itu tidak melanggar HAM nya untuk hidup bebas merdeka? Dan kenapa, ketika RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi berusaha disahkan, tiba-tiba saja prinsip demokrasi berdasar suara terbanyak dianggap sebagai tirani mayoritas? Jika memang begitu, ga ada salahnya dong jika para pecandu narkoba dan miras ramai-ramai naik xenia untuk demo di jalanan dan berteriak “Jangan jadi tirani mayoritas! Kalian sudah melanggar HAM kami untuk ajeb-ajeb sampai pagi..”.

Jika saja setiap undang-undang harus disepakati semua orang dulu baru bisa disahkan, maka kita tidak akan pernah punya undang-undang satu pun. Yang tidak boleh, adalah memaksa dengan kekerasan. Jika sudah banyak yang setuju, dan memang UU itu demi kebaikan bersama (sama seperti kita dipaksa belajar saat remaja), di mana salahnya?

Block SMS menggunakan Firewall blackberry + SMS log

Blackberry mempunyai fasilitas FIREWALL, yg bisa digunakan untuk block SMS yg tidak mau kita terima.
walau banyak kekurangannya tetapi lumayan ampuh juga.
Firewall ini hanya ngeBlock pengirim yg tidak ada di buku telepon.

posisi Firewall di BB ada di

Options -> Security -> Firewall
pada OS 6 tinggal di ketik aja di options

lalu set seperti gambar diatas.

sayangnya pemblokiran sms menggunakan firewall ini tidak ada log sms nya, jadi kita tidak tahu sms apa yg di block.
akhirnya ibnux membuat aplikasi untuk log SMS yg sudah diblok Firewall
nama aplikasinya SMS Logger
aplikasi ini akan menyimpan sms yg telah di filter firewall
karena siapa tahu teman kita menggunakan nomor baru, sehingga akan di block oleh firewall.
aplikasi SMS log ini ada filteringnya juga, sehingga SMS yg tidak penting tidak usah di log.
jika anda sering menerima sms dari sales KTA, maka sms ini tidak perlu di log.
selain itu bisa difilter by number.

Halaman Depan SMS log:

Tampilan bagian Filternya:

Tips untuk Filter:

  1. Gunakan spasiHURUFspasi untuk memfilter KTA, ex: ” KTA ” tanpa kutip
  2. untuk filter nomor telepon, jangan gunakan +62 atau angka 0 di depan nomornya, ex: 85624745782 atau 812324424
  3. ceklist Don’t log filtered sms untuk membuat aplikasi tidak menyimpan sms yg kena filter. jika tidak di ceklist maka isi pesan diawali text FILTER:
  4. Aplikasi ini akan bentrok dengan aplikasi lain yg sama sama menunggu sms

Download SMS Log

Donasi anda bisa membuat aplikasi ini semakin sempurna :)

Beda OTA downloader dan Nux Downloader

Agar tidak ada kebingungan, berikut penjelasannya.

OTA downloader
Adalah aplikasi untuk mengunduh aplikasi yg diinstall OTA ke SDCard, agar bisa di install kemudian hari, sebagai backup atau pun untuk koleksi Themes/aplikasi.
Juga berguna untuk menghindari kegagalan upgrade aplikasi (download dulu barus instal/upgrade)
Jika belum beres, bisa dilanjutkan kembali downloadnya nanti.

Free:

http://bb.ibnux.net/OTAdownloader/

Donate version:

http://bb.ibnux.net/OTAdownloader/donatur

Penjelasan donate ver:

http://bit.ly/9Wcsht

NuX Downloader
Ini adalah aplikasi Download Manager
Bisa download file dan terbatas hanya pada direct link yg tidak diproteksi.
Bisa stop dan dilanjutkan kembali nantinya.
Pada Hacker version, file yg di download tanpa batas ukuran file.
Nux Downloader tidak seperti OTA Downloader, karena tidak bisa mengunduh aplikasi dari jad file.

Free with limited size:

http://bb.ibnux.net/downloader/bis/

Trial with unlimited size:

http://bb.ibnux.net/downloader/hacker/

Posting terkait:

http://bit.ly/9erjkX

Terima kasih, semoga tidak bingung :)

Dibalik Unlimited Hosting

Tingginya persaingan di dunia industry web hosting membuat beberapa perusahaan hosting menawarkan unlimited space, unlimited bandwidth atau unlimited website yang dapat di host.

Bisa jadi memang benar perusahaan hosting tersebut menawarkan unlimited hosting tapi juga ada benarnya kalau mereka juga mempunyai aturan main yang lebih spesifik di dalam Terms of Service mereka yang menyatakan apa yang dapat anda lakukan dan tidak dapat lakukan dengan account hosting anda.
Rahasia dari unlimited hosting adalah bahwa anda tidak diperbolehkan untuk menaruh sesuatu yang dapat memakan space, bandwidth dan resource server secara gila-gilaan.

Cara lain dari perusahaan hosting yang menawarkan unlimited space dan bandwidth adalah dengan me-limit kecepatan bandwidth yang dapat anda gunakan.
Sebagai contoh : Jika sebuah perusahaan menawarkan mobil yang dapat di sewa dan mengatakan kepada anda bahwa tidak ada limit seberapa jauh anda dapat mengendarainya, anda akan berpikir bahwa itu adalah sesuatu yang bagus, sampai kemudian anda mendapatkan bahwa mobil tersebut akan otomatis berhenti apabila anda mengendarainya lebih dari 30KM/Jam.

Anda harus selalu mengingat bahwa perusahaan yang menawarkan atau mengiklankan unlimited hosting pasti di belakangnya ada aturan-aturan tertentu yang di berikan untuk melindungi perusahaan tersebut.
Bandwidth tidaklah gratis bahkan seandainya ada penyimpanan data terbesar di dunia yang memiliki banyak harddisk pasti memiliki batas kapasitas yang dapat di pakai.

Perlu di ingat oleh anda bagaimanapun juga pasti ada aspek-aspek tertentu dari hosting yang menawarkan unlimited hosting yang dapat membatasinya.
Sebuah perusahaan hosting dapat menawarkan unlimited sub-domains, e-mail accounts, dan database tapi juga memberikan pembatasan di hal lainnya.
Sebagai conto : anda dapat memiliki unlimited sub-domains tapi jumlah data transfer dan disk space yang anda miliki tetap.
Sebuah perusahaan hosting yang menawarkan unlimited e-mail account akan memastikan bahwa e-mail yang tersimpan di account anda tidak akan melebihi jumlah kapasitas yang anda dapatkan atau miliki.

Tidak ada di dunia ini yang memberikan sepenuhnya unlimited hosting karena teknologi tidak akan mengijinkan hal tersebut dan meskipun ada, mereka juga tetap harus membayar untuk bandwidth yang mereka keluarkan.
Banyak orang tidak memperhatikan hal ini tetapi setiap kali anda mentransfer atau memindahkan data anda dari komputer yang satu ke komputer lainnya melalui internet pasti akan membebani seseorang atau perusahaan untuk membayar atau membiayai di manapun mereka berada.
Di dalam lingkungan web-hosting, perusahaan hosting anda membayar untuk jumlah data transfer yang digunakan oleh anda dan akan menagih anda untuk hal tersebut.

Alasan lengkap kenapa ada pembatasan pada seluruh hosting account dikarenakan perusahaan hosting harus mengeluarkan biaya untuk peralatan, bandwidth atau data transfer, dan karyawan untuk memelihara peralatan tersebut.
Hosting sering kali di tawarkan dengan space dan data transfer limit yang melebihi dari kebutuhan yang dibutuhkan oleh kebanyakan para pemakai hosting namun tetap saja perusahaan hosting tersebut harus menghitung pembatasan tersebut untuk menghindari mereka dari besarnya tagihan data transfer.

Perusahaan hosting yang menawarkan unlimited transfer atau unlimited space tidak begitu baik dan terbuka dengan anda dan jika di dalam terms of service mereka tidak menyebutkan secara jelas apa yang di perbolehkan dalam menggunakan servis yang mereka beri maka anda harus berhati-hati dalam berbisnis dengan mereka.
Pengguna hosting yang menggunakan bandwidth, space ataupun resource yang terlalu banyak dalam unlimited hosting account akan mendapatkan account mereka di tutup.
Jangan menerima begitu saja tawaran yang di berikan oleh perusahaan hosting yang menawarkan sebuah produk atau service yang memberikan no limit karena tidak ada produk ataupun service di dunia ini yang dapat memberikan hal tersebut secara nyata tanpa sesuatu di belakangnya.

http://nimhost.com/dibalik-unlimited-hosting/nimhost-dibalik-unlimited-hosting.html

Ketika SBY Marah-marah

Dear All,

Ini episode kedua, yang bercerita tentang kelakuan SBY kalau sedang marah. SBY merupakan figur yang mempunyai sifat reaktif dan cepat meledak, sehingga kalau tersinggung sedikit saja, SBY pasti akan marah.

Perbedaannya SBY marah dengan JK marah adalah, SBY selalu marah karena harga dirinya terinjak-injak, sedangkan JK marah lebih sering karena soal yang berkaitan dengan pekerjaannya sebagai Wapres.

Sekali lagi, postingan ini lumayan panjang, sehingga kalau gak doyan baca, mendingan tutup aje deh….xixixi.

Aku jamin, kalian akan ketawa saat ingat ketika SBY marah-marah.xixixixi

SBY Marah Yang Pertama

13/Desember/2006
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terlihat marah saat wartawan meneriakkan “huu..” sesaat begitu Presiden keluar dari lift karena konferensi pers kunjungan Presiden ke PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) dikabarkan batal.

“Hei, apa-apaan ini? Kenapa begitu?” ucap Presiden dengan nada cukup tinggi, di depan lift utama Gedung Utama PLN Jakarta, Rabu (13/12) sore. Dari mimik mukanya, Presiden terlihat tidak suka diperlakukan seperti itu.

Kejadian itu bermula saat Presiden mengadakan inspeksi mendadak (sidak) ke PLN. Dalam jadwal rumah tangga kepresidenan, Presiden memang akan memberikan pengarahan ke Direksi PLN. Namun, jajaran PLN tidak mengetahui
jadwal itu. Wartawan tentu berdatangan untuk mengikuti acara itu. Bahkan wartawan istana disediakan transportasi mobil Pregio dan mengikuti konvoi Presiden.

Namun ternyata rapat itu bersifat intern. Dikabarkan, akan ada konferensi pers setelah itu. Setelah menunggu sekitar 1 jam, wartawan dan forografer diperintahkan dan digiring masuk ke Ruang Penunjang yang telah disetting
untuk acara konferensi pers. Tidak lupa ucapan Selamat Datang kepada Presiden terpajang di TV Projector.

Sayangnya, jajaran Direksi dan Manajemen PLN dan peserta rapat lainnya turun di saat semua wartawan sudah ‘terperangkap’ di ruang itu sehingga tidak memungkinkan untuk doorstop. Apalagi beberapa pasukan pengaman
presiden (paspampres) membuat pagar betis. Beberapa wartawan berteriak, “Tipu, tipu..”

Tidak lama, pegawai Biro Pers dan Media rumah tangga kepresidenan, Wawan, mengatakan, “Tidak ada konferensi Pers, tidak ada konferensi pers.” Wartawan tentu saja
bingung. Tepat ketika pintu lift terbuka dan Presiden keluar, wartawan meneriakkan “huuu..” yang disambut kemarahan Presiden itu.

Wartawan lalu meminta agar Presiden bersedia mengadakan konferensi pers. Presiden yang mengenakan safari abu-abu celana hitam terlihat berpikir cukup lama, sambil bertanya, ”Apa doorstop saja ya?” tanya dia kepada para
perangkatnya. Lalu dia berjalan menuju Ruang Penunjang. “Apa sudah disiapkan?”tanya dia yang menghentikan langkahnya di depan Ruang Penunjang. Barulah setelah Paspampres menyatakan “Siap”, Presiden melangkahkan kakinya dan mengadakan konferensi pers. Katanya, “Para wartawan yang saya cintai…bla..bla..bla

SBY Marah yang Kedua

07/Des/2007

Jakarta – Betapa asiknya Menkes Siti Fadilah Supari saat  berbincang-bincang dengan Menkominfo Muhammad Nuh, sampai-sampai sapaan Presiden SBY tak terdengar.

Cerita berawal saat acara peringatan hari AIDS sedunia berlangsung di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Jumat (7/12/2007).
SBY sedang berdialog dengan para pengidap HIV/AIDS. Seorang waria bernama Lenny Sutiharto, pemimpin LSM Srikandi Sejati, menuturkan, selama 9 tahun mengadakan bimbingan dan konseling, LSM-nya cukup berhasil. Namun di sisi lain, para pengidap HIV/AIDS tidak tahu harus berbuat apa ke depannya.

“Di satu sisi kami merasa berhasil. Tapi di sisi lain ada bumerang bagi kami. Setelah rekan-rekan dites dan positif HIV/AIDS, lalu mereka mau diapakan,” ujar Lenny kepada SBY.

Mendengarkan hal itu, SBY pun menjawab, “Perlu dilakukan langkah menyeluruh dan berlanjut terhadap mereka yang mengidap HIV/AIDS. Tidak hanya melakukan tes HIV, tapi harus dilakukan bimbingan konseling untuk meringankan beban mereka.”

Setelah itu, SBY pun menginstruksikan Menkes untuk mencatat perkataannya.
“Tolong Ibu Menkes, ini dicatat,” kata SBY.
Namun, Menkes Siti Fadilah Supari rupanya sedang asyik ngerumpi ria dengan Menkominfo Muhammad Nuh.
SBY pun memanggil kembali sang Menkes. “Ibu Menkes… Ibu Menkes,” panggil SBY dengan nada lebih tinggi.
Siti pun akhirnya kaget dan melihat SBY. Dengan muka memerah, Siti menundukkan kepalanya.

“Ini, tolong dicatat langkah-langkah yang harus diperhatikan,” lanjut SBY.

Siti pun manggut-manggut sembari mengambil catatan dan menulis.
Selesai mencatat, Siti beberapa kali memukul pelan lengan Menkominfo.
Para undangan yang hadir diam saja melihat adegan itu. Namun sejumlah wartawan yang melihat dan mendengar peristiwa tak kuasa menahan tawa geli.

SBY Marah yang Ketiga

08 April 2008

Jakarta,–Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meradang ketika memberi pembekalan Kegiatan Forum Konsolidasi Pimpinan Daerah Bupati, Walikota dan Ketua DPRD Kabupaten/Kota Angkatan II tahun 2008 di gedung Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta, Selasa (8/4). Pasalnya, saat dirinya bercuap-cuap, salah seorang peserta justru terlelap tidur.

Dengan mengacung-acungkan jari telunjuk, Presiden Yudhoyono meminta agar peserta yang tidur itu untuk segera bangun dengan nada suara meninggi.

“Coba itu bangunkan yang tidur!!!,” pekik Kepala Negara Susilo Bambang Yudhoyono.


Pekik SBY ini sontak membuat peserta Lemhannas yang sebagian besar mengenakan pakaian putih berlengan panjang yang dipadu celana hitam, buru-buru membuka mata selebar-lebarnya.


“Ya…ya…itu. Kalau tidur di luar saja,” pinta SBY.
Kemarahan Presiden Yudhoyono tidak berhenti. Dengan mengetuk podium berkali-kali, Presiden Yudhoyono kembali meluapkan amarah.

“Pemimpin bagaimana memimpin rakyat kalau di ruang ini tidur. Malu kepada rakyat, dipilih langsung saudara oleh rakyat. Untuk bicara memajukan rakyatnya saja tidur. Jangan main-main dengan tanggung jawab. Berdosa, bersalah, malu kepada rakyat. Kalau kita tidak bisa mengendalikan diri kita,” tukasnya.



“Meski pintar, tapi kalau kepribadiannya jelek bisa menjadi racun. Jangan diluluskan, biar rakyat tahu ada pemimpin yang tidak lulus sekolah Lemhannas,” pungkasnya.

Sebelum meradang, SBY memberi arahan tentang perilaku rakyat Indonesia yang masih saja boros energi, pangan dan air. Lantaran ini, Presiden Yudhoyono mendesak semua pihak berinstropeksi diri tentang karakter tersebut.

“Kita renungkan dimana kita, seperti apa tekad dan karakter kita. Bila kita ingin maju, kita melakukan evolusi dalam jiwa dan hati kita,” tandasnya dilansir Persda Network.

Selepas kemarahan SBY, peserta pembekalan Lemhannas terlihat lebih atraktif. Tepuk tangan bergemuruh ketika SBY terus melanjutkan pidato pembekalan. Tidak hanya itu, peserta juga terlihat lebih rajin. Pulpen ditangan tampak menari-nari pada buku, dan lembaran kertas berwarna putih.

Sementara itu Gubernur Lemhannas Muladi menganggap, peristiwa itu sebagai hal yang wajar. Pasalnya, selama mengikuti agenda kegiatan selama lima minggu, peserta mendapat kegiatan yang padat.

“Beliau marah sepintas tapi itu tidak berlanjut. Itu wajar dan manusiawi karena agenda kita yang padat dari pagi sampai sore,” kilah Muladi.

Muladi mengaku, pihak panitia sudah memberikan peringatan dini kepada peserta Lemhannas untuk mengikuti kegiatan pembekalan oleh Presiden Yudhoyono secara tertib. “Kita sebenarnya sudah memperingatkan tidak boleh sms, dan tidak boleh ngantuk. Tapi ini namanya kecelakaan,” jelasnya.

Ketika ditanya apakah Lemhannas akan tidak meluluskan peserta yang telah membuat Presiden Yudhoyono gusar, dengan mantap Muladi mengatakan, pihaknya tetap akan meluluskan peserta yang telah mengecewakan Kepala Negara.

“Saya rasa seorang presiden yang menegur langsung di depan umum itu sudah menjadi bagian sanksi sosial yang luar biasa, kecuali kalau ndablek,” tukasnya.

“Itu coba bangunkan yang tidur itu. Kalau tidur di luar saja! Pimpinan bagaimana dapat memimpin rakyat kalau tidur! Malu dengan rakyat yang memilih. Untuk mendengarkan pembicaraan untuk rakyat saja tidur! Jangan main-main dengan tangung jawab. Berdosa, bersalah dengan rakyat Lembaga yang bisa meluluskan pemimpin yang kepribadiannya jelek akan menjadi racun. Jangan diluluskan. Bukan karena tidak pandai, tetapi tidak bagus kepribadiannya,” ujarnya.

SBY Marah yang Keempat

6/Mei/2008

SBY marah di depan menteri-menterinya saat menjelang mulainya rapat terbatas kabinet yang membahas tentang penanganan kabut asap hutan di Indonesia yang telah mencemari dan mendapat komplain dari negeri tetangga seperti Malaysia dan Singapura.(6 Mei 2008).

Para menteri ketika itu asyik berbicara dan tertawa-tawa. Apalagi mereka menganggap SBY belum hadir pada rapat tersebut. Hal itu memang biasa terjadi saat para menteri baru mulai berdatangan di ruang rapat. Mereka pun biasanya saling bertegur sapa dan bersenda gurau sambil menunggu kedatangan Presiden.

Para menteri yang terlihat sedang bersenda gurau adalah Abu Rizal Bakrie, MS.Kaban, Yusril Ihza Mahendra dan Hasan Wirayudha.

Namun tiba-tiba SBY hadir dan menghardik para menterinya dengan kata-kata “Masih bisa tertawa-tawa, asap seperti itu??”

Langsung spontan tawa dan suara obrolan para menteri tiba-tiba berhenti.

Dan rapatpun dimulai.

Presiden Nampak kecewa dengan kinerja sejumlah menterinya yang terkait penanganan kabut asap di Sumatera dan Kalimantan tersebut.

SBY Marah yang Kelima

28/Agustus/2008

Presiden SBY marah bukan kepalang. Ia membentak tiga pejabat negara yang asyik ngobrol. Ia tersinggung para pejabat itu tidak serius mendengarkan ucapannya.Peristiwa itu terjadi saat SBY memberikan pengarahan dalam Sidang Kabinet di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2008).

Dalam sidang itu dibahas antara lain tentang kontrak ekspor liquefied natural gas (LNG) Tangguh yang akan dinegosiasikan dengan pemerintahan China.Awalnya suasana pengarahan itu tenang-tenang saja. SBY memulainya dengan memberikan penjelasan LNG. Setelah SBY, giliran Wapres Jusuf Kalla (JK) yang memberikan penjelasan.

JK menceritakan pertemuannya dengan Presiden China Hu Jintao dan membahas LNG Tangguh tersebut. Setelah JK selesai bercerita, SBY memberikan kesimpulan.Di sela-sela menyampaikan kesimpulan itu, tiba-tiba SBY menunjuk ke tiga pejabat negara. Pejabat itu diketahui sedang asyik ngobrol.”Hai jangan ngobrol sendiri! Dengarkan! Jangan berbicara sendiri dong! Coba sini, ini masalah penting!” ucap SBY.

Belum dapat dipastikan siapa yang dimarahi SBY. Namun bila dilihat dari arah tangan SBY sepertinya menunjuk ke Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar, Kepala BKPM M Lutfi, dan Kepala BPS Rusman Heriawan.

Suasana pun menjadi hening. Beberapa pejabat yang ditunjuk itu langsung diam. Kemudian SBY kembali melanjutkan ucapannya. Dia mengatakan kasus LNG Tangguh ujian di pemerintahannya.

“Mari kita jadikan ini sebagai pelajaran yang baik. Saya ajak kepada semuanya mari kita melangkah ke depan untuk menuju yang baik lagi. Tolong jangan sebarkan berita yang justru membuat rakyat menjadi bingung,” kata SBY.

Dalam rapat itu hadir semua menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Kapolri Jenderal Pol Sutanto, Jaksa Agung Hendarman Supandji dan Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso.(dtck)

SBY Marah yang Keenam

3/Nov/2008

Kemarahan Presiden SBY terekam kamera televisi saat bertemu dengan perwakilan Bakrie Group, Nirwan Bakrie, dan sejumlah menteri membahas Lapindo. SBY terlihat serius sambil menepuk dadanya.

SBY mengundang Nirwan untuk membahas kasus Lapindo di Kantor Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (3/11/2008).
Acara itu juga dihadiri Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, dan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro.

Dalam kamera yang direkam wartawan televisi, SBY mengucapkan terima kasih pada Kepala Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Sunarso.

“Terima kasih Pak Sunarso yang telah bekerja keras dan bertanggung jawab,” kata SBY.

Sementara di kamera lain, SBY yang mengenakan baju safari warna hitam
lengan pendek tampak marah. Wajah SBY serius sekali.

“Aceh saja bisa diselesaikan. Kenapa ini tidak,” kata SBY sambil menepuk dada tanda prihatin.

Nirwan yang duduk diapit Sunarso dan Mensos Bachtiar Chamsyah terlihat menundukkan kepala. Adik Menko Kesra Aburizal Bakrie ini juga tampak membuka-buka buku.

SBY Marah yang Ketujuh

12/02/2009

Presiden SBY Marah di Pertamina gara-gara microphone mati
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kesal. Pasalnya, saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pertamina, Kamis (12/2), microphone yang digunakan Presiden mati ketika digunakan.

“Hal-hal kecil perlu diperhatikan. Harus check and re-check. Sebab sesuatu yang besar selalu dimulai dari hal yang kecil,” ujar Presiden di hadapan para menteri dan jajaran direksi serta komisaris Pertamina.

Menurut Presiden, Pertamina tak akan menjadi perusahaan minyak kelas dunia bila tidak cepat bertransformasi. Itu bisa dimulai dari hal-hal yang kecil. “Hal kecil bisa menentukan keberhasilan dan kegagalan sebuah misi,” kata Yudhoyono.

SBY Marah yang Kedelapan

3/Feb/2010

Di saat 100 Hari pemerintahan Presiden SBY, nampaknya menjadi sasaran ketidakpuasan rakyat, yang kemudian diekspresikan melalui berbagai aksi, termasuk demonstrasi.

Aksi yang berlangsung tanggal 28 Januari lalu, yang menyambut 100 Hari pemerintah SBY itu, tak pelak, menjadi sebuah wujud dari segala ‘unek-unek’ rakyat, yang berkaitan dengan pemerintahannya.

Inilah yang menyebabkan Presiden SBY marah dan gusar. Aksi unjuk rasa yang berlangsung 28 Januari lalu itu, yang menyambut 100 Hari kinerja pemerintahan SBY itu, sangat menyinggung perasaan Presiden. Foto Presiden dibakar para demonstran dan disamakan dengan kerbau. “Ada unjuk rasa dengan loud speaker besar sekali, teriak SBY maling, Boediono maling, menteri-menteri maling. Tidak bisa diapa-apakan. Ada yang bawa kerbau, SBY badannya besar, malas, dan bodoh seperti kerbau,” ujar Presiden di Istana Cipanas, Selasa (2/2).

Kemarahan Presiden itu dicurahkan saat ia memberikan pengarahan dalam Rapat Kerja dengan Gubernur seluruh Indonesia dan anggota Kabinet Indonesia Bersatu II. Presiden meminta aksi unjuk rasa seperti menjadi salah satu topik pembahasan dalam rapat kerja kabinet.

Selanjutnya, menurut Presiden SBY, aksi unjuk rasa dijamin kebebasannya, namun harus sesuai dengan pranata sosial, hukum, dan kepantasan. “Tolong dibahas dan diberi masukkan, apakah unjuk rasa beberapa hari yang lalu di negara Pancasila, yang konon memiliki budaya, nilai, dan peradaban yang baik,harus seperti itu?” keluh Presiden, saat memberikan sambutan rapat kerja menteri dan gubernur seluruh Indonesia.

Menurut Presiden, pembahasan itu dilakukan agar demokrasi, budaya, dan peradaban di Indonesia bisa diselamatkan, sebab dunia menyaksikan unjuk rasa itu dengan teknologi canggih yang dimiliki mereka. “Pembahasan itu bukan untuk memasung demokrasi, karena demokrasi itu bagian dari reformasi kita, cita-cita kita. Akan tetapi, buatlah demokrasi yang bermartabat, demokrasi yang tertib, dan demokrasi yang mendorong kebersamaan dan kesatuan kita”, ungkap Presiden.

Repoter Nyamuk melaporkan untuk MPiers


http://nyamuklagi.multiply.com/journal/item/172/Ketika_SBY_Marah-marah

Saat Jusuf Kalla Marah-Marah!!!!

Dear All,

Episode ini adalah Dwilogi. Yang episode satu menceritakan kejadian2 marahnya seorang Jusuf Kalla, yang episode kedua menceritakan marahnya SBY.xixixi

ini hanya untuk mengingatkan kisah2 seorang Wakil Presiden RI yang bernama Jusuf Kalla, yang sangat tegas dan gagah berani. secara beliau mempunyai darah Makassar atau Bugis, yang memang seperti itu sifatnya ketika dia marah.

Postingan ini sedikit panjang penuh tulisan. Ini hanya khusus yang suka baca aja yaa…xixixi.

JK Marah Yang Pertama

15/Maret/2008

“Sekiranya saya tidak datang, pasti tidak dibawa tiang-tiang pancang itu ke sini. Anda pasti akan melanjutkan tidur, ” semprot Jusuf Kalla pada para pejabat yang terkait pembangunan rumah susun seribu menara.


“Pak Gubernur, tiap minggu Bapak harus datang ke sini. Pak Menteri (Menpera) tentu lebih sering, tiap dua hari. Bapak kan menteri perumahan rakyat, bukan menteri perumahan elite. Ini tugas Bapak. Jadi, kalau diundang meresmikan kondominium, gak usah hadir lah. Kalau peresmian rusun baru hadir, “tegasnya.

Mereka yang terkena semprot itu di antaranya Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Yusuf Asyari, Direksi Pengelola dan Pelaksana Pembangunan Kawasan Kemayoran (DP3KK) Sekretariat Negara, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, dan Dirut Perum Perumnas Himawan Arief.


Kejengkelan Kalla karena menyaksikan lambannya program rumah susun seribu menara, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla kesal. Dia langsung memarahi sejumlah pejabat, termasuk menteri yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Tak tanggung-tanggung, mereka disemprot Wapres di depan umum.

Wapres kesal  karena rusun yang dibangun Perum Perumnas tersebut baru pada tahap pemasangan tiang pancang. Padahal, sudah setahun lebih pembangunan rusun itu dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Saya pikir saya datang akan lihat sepuluh tingkat. Ternyata masih begini. Sekiranya saya tidak datang, pasti tidak dibawa tiang-tiang pancang itu ke sini. Anda pasti akan melanjutkan tidur, “kata Kalla saat meninjau empat proyek rumah susun di Jakarta dan Tangerang kemarin (15/3).

Hadir pula pada kesempatan itu Men BUMN Sofyan Djalil, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Joyowinoto, dan Dirut PT Bank Tabungan Negara Gatot Widagdo. Dirut Perum Perumnas Himawan Arief langsung angkat suara.

Menurut dia, pembangunan fisik akan dimulai pertengahan April dan selesai Januari 2009. Wapres yang mengenakan baju lengan pendek berwarna putih dan bercelana biru lantas meminta Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Menpera Yusuf Asyari lebih kerap memantau proyek rusun.


Wapres juga menegur direksi DP3KK Sekretariat Negara yang hingga tiga bulan belum menyelesaikan perjanjian pelepasan lahan Bandar Udara Kemayoran. Lahan bekas bandara itu selama ini memang disewakan ke swasta. Tapi, sejak setahun lalu Wapres telah memerintahkan DP3KK memutus kontrak sewa dan digunakan untuk membangun rusun.

“Jadi, kapan MoU ditandatangani. Sudah tiga bulan kok masih diproses-proses terus. Pokoknya Senin (17/3) harus teken!” tegasnya.

Kalla juga sempat bertanya langsung kepada Direktur Jakarta Auction, salah satu penyewa lahan bekas Bandara Kemayoran, kapan bisa pindah dari kawasan Kemayoran.

“Tidak usah ambil terlalu luas tanah rakyat. Ini tanah rakyat yang punya. Percepat ya, berarti Agustus sudah diserahkan. Agustus bisa kan?” desak Kalla disambut tawa hadirin. Usai meninjau lokasi rusun Kemayoran, Rawasari, Kelapa Gading, dan Cengkareng, Wapres optimistis pembangunan seribu menara rumah susun sewa (rusunawa) dan rumah susun milik (rusunami) bersubsidi dapat dicapai pada 2011.

Tahun ini Kalla yakin paling tidak dapat diselesaikan pembangunan 100 menara rumah susun. “Kalau tahun ini bisa dibangun 100 tower, saya optimistis 2011 mendatang dapat dicapai 1.000 tower. Saya kira bisa, karena semuanya ada. Uang ada, lahan ada, kontraktor ada, pasar pun ada. Tadi Perumnas bilang fisik baru selesai 30 persen, sudah 70 persen yang dipesan. Itu artinya pasarnya ada. Hanya semangat yang harus ditambah,”ujar Kalla.

Wapres mengakui, pembangunan seribu menara butuh lahan yang banyak. Karena itu, lahan-lahan milik negara yang masih disewakan kepada swasta harus dibatalkan kontraknya untuk menjadi lokasi pembangunan rusun.

“Harga tanah Rp 3 juta per meter tidak masalah. Dengan rasio bangunan 1 : 5, artinya tipe 36 meter hanya butuh tanah lima meter persegi. Kalau harga jual rusun Rp 144 juta, berarti kan masih bisa untung,”katanya. Menurut dia, percepatan pembangunan rusun harus dilakukan karena mampu mengatasi 50-60 persen persoalan hidup masyarakat perkotaan, yakni transportasi, penggunaan lahan, banjir, pencemaran, polusi, dan kesejahteraan masyarakat miskin.

“Dengan adanya rusun yang dekat dengan tempat bekerja, seorang sopir tidak perlu mengeluarkan uang sampai 30 persen dari penghasilan untuk naik kereta dari Bogor ke kota,” katanya. Fauzi Bowo sebelumnya menjelaskan, kawasan kumuh berat di Jakarta dihuni 21 ribu kepala keluarga (KK), kawasan kumuh ringan dihuni 490 ribu KK, dan kawasan kumuh berat yang ilegal dihuni 82 ribu KK.

Karena itu, dibutuhkan 70 ribu unit rumah landed house dan 42 ribu unit rusun per tahun. Dengan perhitungan setiap rusun terdiri atas 3 blok dan enam lantai, dibutuhkan tanah 38 hektare per tahun. Sejak digagas dua tahun lalu, hingga saat ini pemerintah tengah membangun 78 tower. Tahun ini pemerintah membangun 88 tower. Pada 2009, pemerintah akan membangun 219 menara. Pada 2010 akan dibangun 257 menara dan tahun 2011 dibangun 358 menara.

JK Marah Yang Kedua

27/Juni/2008

Calon Presiden Jusuf Kalla (JK) bercerita pernah marah besar dua kali selama menjadi wakil presiden. Kemarahan tersebut dia tujukan kepada mantan Gubernur Bank Indonesia yang kini menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Boediono.

“Kemarahan pertama karena pembangunan listrik proyek 1000 megawatt untuk masyarakat banyak. Saat itu karena tidak ada duit, maka dibutuhkan penjaminan dari pemerintah, tapi Boedino (Gubernur BI saat itu) tidak mau kasih. Puncak kemarahan saya di situ,” ujar Jusuf Kalla di hadapan anggota Asosiasi Pengusaha Nasional (Apindo) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (27/6) seperti dikutip detikcom.

”Ini bukan soal marah atau tidak marah, etika atau tidak beretika. Ini soal prinsip berpikir tentang ekonomi bangsa. Kalau untuk kepentingan rakyat, tidak mau dijamin. Namun, kalau kepentingan kapitalis, maunya dijamin,” ujar Kalla di dalam pesawat dalam perjalanan menuju Ambon, Maluku.

”Satu sisi, dia (SBY) tidak ingin menjamin listrik, tetapi ingin menjamin perbankan. Menjamin listrik untuk rakyat itu tidak ada apa-apanya. Jangan semua kesalahan perbankan ditanggung oleh rakyat,” ujar Kalla.

Kalla mengungkapkan, sebelum akhirnya penjaminan perbankan ditolak, tiga kali Dewan Gubernur Bank Indonesia datang kepadanya. Saat datang Dewan Gubernur BI mengatakan, penjaminan perbankan adalah perintah Presiden.

”Boediono mengatakan bahwa ini (penjaminan perbankan) perintah Presiden. Tapi, saya katakan berbahaya, jadi saya tolak. Bukan marah atau tidak marah. Etis atau tidak etis. Ini prinsip bagaimana mengelola bangsa ke depan,” ujarnya.


Beberapa waktu kemudian, menurut Kalla, saat gejala krisis moneter kembali terjadi di Indonesia, beberapa bank meminta kepada pemerintah untuk diberikan penjaminan.

“Saat menghadap saya, orang tersebut ngomong bahwa itu adalah sudah perintah atasan. Hampir saya lempar kertasnya, akhirnya saya pukul meja saja,” kata pria berdarah Bugis ini saat menceritakan kejadian tersebut.
Lebih lanjut, Kalla menceritakan kekecewaanya terhadap kejadian tersebut. Alasannya, kenapa kebijakan untuk kepentingan rakyat malah ditolak.
“Saya tidak mau mengulangi kasus BLBI. Tidak usah berpikir neolib, lihat tindakannya waktu listrik pakai tidak setuju, saat moneter semua bank minta pinjaminan dan diberikan,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Kalla memberikan beberapa pokok permasalahan ekonomi yang ingin diselesaikannya jika nantinya terpilih menjadi pemimpin negeri ini.

“Pertama, bunga modal kita tinggi dibanding negera lain dengan jumlah 14 hingga 18 persen, kedua, listrik kita kurang, ketiga, infrastruktur kita tidak kita pikirkan, dan yang keempat, birokrasi kita yang lambat,” sebutnya.
Kebijakan yang tidak tepat membuat perekomian bangsa Indonesia tidak dapat maju. “Kita terlalu mengutamakan penjualan ke luar negeri dari pada ke dalam negeri,” pungkasnya.star

JK Marah Yang Ketiga

30/Sep/2008

JURU Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal benar-benar membuat kecewa Wakil Presiden Jusuf Kalla. Wapres mengaku sangat tersinggung dengan pernyataan Dino tentang perundingan damai Thailand. Pernyataan terbuka soal perundingan putaran ketiga antara masyarakat Thailand Selatan dan pemerintah Thailand itu menyebabkan pemerintah Thailand tersinggung.

Dino dinilai tak memiliki kompetensi memberikan keterangan tentang materi-materi sensitif yang bisa membuyarkan perdamaian di kawasan yang bergolak puluhan tahun tersebut. ??Saya benar-benar terpukul begitu mendengar pernyataan (Dino) itu. Sebab, (pernyataan itu) telah menimbulkan perdebatan yang tidak perlu di Thailand. Sebagai mediator, saya menjadi tidak enak, dinilai tidak punya etika,?? kata Kalla dalam keterangan pers di Kantor Wapres Jumat (26/9).

Dalam keterangan pers Ahad lalu, Dino membeberkan sejumlah hasil perundingan yang digelar di Istana Bogor yang dimediatori Wapres. Di antaranya, pernyataan bahwa pemerintah Thailand telah mengirim delegasi yang memiliki mandat penuh dari perdana menteri. Hal itu menimbulkan perdebatan di negara yang tengah melakukan suksesi perdana menteri tersebut.

Selain itu, Dino membeberkan bahwa kedua pihak sepakat untuk berdamai meski masih ada sejumlah poin yang harus dibicarakan lebih lanjut. Etikanya, tegas Kalla, seorang mediator tidak berhak memberikan keterangan apa pun tentang hasil perundingan. Pernyataan yang dikeluarkan seorang mediator harus bersifat umum dan mendukung proses negosiasi. Jadi, bukan menyangkut substansi perundingan, bahkan memberikan tenggat waktu perundingan. ??Kalau kita tidak jaga etika, buyar semua. Buyarnya bukan di sini, tapi di negara orang lain,?? ujarnya.

Kalla mengatakan telah menegur keras Dino karena dia tidak memiliki kapasitas untuk menyampaikan hasil perundingan yang belum dibuka oleh delegasi kedua pihak. Tindakan Dino itu, dinilai Wapres, mencemari kepercayaan yang diberikan kedua pihak yang bersengketa. ??Negosiasi itu persoalan trust. Mediator tidak boleh membocorkan hasil perundingan. Itu poin pokoknya. Karena saya mewakili negara, orang (Thailand) pikir negara yang membocorkan. Padahal, tidak ada instruksi dari saya,?? tandasnya.

Mediator, lanjut dia, seharusnya tidak memberikan komentar mengenai materi perundingan tanpa seizin pihak yang berunding. ??Saya sudah tanya ke mereka apakah mau berbicara dengan pers, jawabannya tidak, tidak. Maka, saya tidak kasih komentar. Kalau mediator mengeluarkan isi pembicaraan, itu melanggar etika,?? papar Kalla.

Terkait pernyataan Departemen Luar Negeri Thailand yang menyatakan delegasi yang dikirim tidak mewakili pemerintah, Kalla menepisnya. Sebab, dia telah mengantongi mandat dari pemerintah Thailand. Namun, Kalla mengakui, perundingan memang tidak melibatkan Kantor Menteri Luar Negeri Thailand. Sebab, persoalan Thailand Selatan adalah masalah internal satu negara.

Dengan demikian, tidak dibutuhkan peran Departemen Luar Negeri. ??Dalam perundingan MoU Helsinki, Deplu kita juga tidak dilibatkan karena ini bukan persoalan antarnegara. Ini persoalan intern negara yang diselesaikan melalui mediasi pihak ketiga di luar negeri,?? terangnya.

Meski terjadi insiden yang tidak mengenakkan tersebut, Kalla yakin, putaran perundingan berikutnya akan tetap berjalan.

Pergantian rezim yang tengah terjadi di Thailand juga tidak berpengaruh kepada proses perundingan. Sebab, mandat yang diterima Kalla ditandatangani bukan atas nama pribadi.

JK Marah Yang Keempat

18/Nov/2008

Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla mengakui sedih dengan hasil Pilkada Maluku Utara yang berakhir dengan kekalahan calon Partai Golkar.

“Tentang Malut saya juga sedih dan saya juga sedih dengar ada yang menganggap DPP tidak serius, khususnya dari teman-teman di DPR,” kata Kalla dalam penutupan sesi pemandangan umum pada Rapimnas ke-3 Partai Golkar di JCC, Sabtu malam (18/10) menanggapi kekecewaan DPD Golkar Malut mengenai hasil pilkada di wilayah itu.

Menurut Kalla, tidak ada pertentangan pilkada yang seserius itu yang ditangani oleh tim dari DPP, karena itu masalah itu berlarut hampir setahun. Oleh karena itu harus dipercepat proses penentuan kepala daerahnya.

“Saya terpaksa berargumentasi dengan presiden begitu lama. Tidak ada pesan yang ditahan di DPR maupun menteri begitu lama (tak ditunda). Saya tersinggung oleh perkataan itu,” kata Kalla dengan nada sedikit tinggi, yang disambut para peserta Rapimnas dengan teriakan ‘Hidup Ketum’.

Kalla mengatakan bahwa DPP Partai Golkar benar-benar serius dalam menangani sengketa pilkada itu

“Karena kita mempertaruhkan rakyat kecil. Anda tidak pernah melihat mayat ratusan, ribuan. Jadi janganlah berbicara seperti itu kepada DPP,” tutur ketum Partai Golkar itu.

Perlu penanganan serius dan hati-hati dalam membahas dan mengkaji kasus sengketa Pilkada Malut itu.

“Bagaimana kita menjaga persatuan bangsa. Anda boleh bicara persatuan, tapi ada nggak yang berani tampil di depan saat orang bertikai. Saya tantang itu kepada Anda semua yang hadir di sini, dan saya tidak takut. Jangan sampai masalah lokal menjadi masalah nasional,” tandasnya.

Namun, setelah sempat berbicara dengan nada tinggi, akhirnya Kalla melunak dengan meminta maaf kepada seluruh peserta Rapimnas Partai Golkar.

“Saya minta maaf, sebagai manusia saya bisa emosi,” katanya seraya sempat sikunya mengenai mikrofon di meja pimpinan yang menimbulkan suara keras.

Sebelumnya, saat pemaparan pandangan umum DPD Malut menyampaikan kekecewaan mereka terhadap DPP Partai Golkar yang dinilai tidak serius membela pasangan dari gubernur-wagub Golkar 2008-2013 Abdul Gafur-Abdurrahim Fabanyo, dan DPR Malut sudah membentuk tim hukum untuk membawa masalah ini ke Mahkamah Konstitusi.[L2]

JK Marah Yang Kelima

25/Nov/2009

13 November 2008. Pagi. Bank Century kolaps, bangkrut. Bank itu kalah kliring. Sore harinya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama rombongan, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani, terbang menuju Washington, Amerika Serikat, untuk menghadiri pertemuan G-20.

Sri Mulyani melaporkan kondisi Bank Century kepada SBY, 14 November. Hari itu juga, Sri Mulyani kembali ke Tanah Air. Tiba 17 November. Keadaan gawat. Sejumlah tindakan genting harus diambil.
Sejumlah rapat dengan Gubernur Bank Indonesia ketika itu, Boediono, harus segera digelar.

***

PUKUL 03.30 waktu Jakarta, Rabu, 26 November 2008. Udara terasa dingin. Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, sepi. Pesawat Airbus A330-341 mendarat dengan mulus.
Setelah melewati penerbangan meletihkan 30 jam dari Lima, Peru, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan rombongan turun dari pesawat.
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyambut SBY dan rombongan di tangga pesawat. Kalla bukan hanya siap menyambut, melainkan juga siap melaporkan perkembangan di Tanah Air selama presiden ke luar negeri.
Selama SBY melakukan misi 16 hari di luar negeri (ke Amerika  Serikat, Meksiko, Brasil, dan Peru), Kalla memimpin negara dan pemerintahan. Karena itu, ia segera melaporkan perkembangan di Tanah Air begitu pemberi mandat tiba.
Banyak yang dilaporkan. Salah satunya soal Bank Century. Ia melaporkan bagaimana Sri Mulyani dan Boediono menangani Bank Century.
Kalla juga melaporkan, “Saya sudah memerintahkan Kapolri untuk menangkap Robert Tantular (pemilik Bank Century). Ini perampokan.”
“Baik, baik …,” begitu reaksi presiden seperti dikutip Kalla ketika menceritakan kisah tersebut di Studio Trans Kalla, Tanjung Bunga, Makassar, Selasa (24/11).
Kalla terlihat lebih gemuk. Berat badannya naik dua kilo sejak lepas dari kesibukan sebagai wakil presiden, 20 Oktober lalu.
Dengan air muka yang cerah, Kalla berkata: “Sekarang tanggal 24 (November). Besok tanggal 25, persis setahun ketika Ani (Sri Mulyani) dan Boediono melaporkan Bank Century di kantor saya.”

***

ISTANA Wakil Presiden RI, Jakarta, pukul 16.00 WIB, Selasa, 25 November 2008. Kalla ingat persis tanggal ini, lengkap dengan harinya.
Ketika itu, ditemani stafnya masing-masing, Sri Mulyani dan Boediono melapor kepadanya mengenai Bank Century. Mereka harus melapor ke wapres karena presiden sedang di luar negeri. Pemilu presiden masih setahun lagi dan hubungan SBY-Kalla masih mesra.
“Apa? Bantuan? Kenapa harus dibantu. Ini perampokan,” kata  Kalla dengan suara keras ketika Sri Mulyani dan Boediono melaporkan “upaya penyelamatan” Bank Century.
Belum ada yang menduga bahwa kelak Boediono akan berpasangan dengan SBY, dan menang. Kalla adalah bos ketika itu.
Menurut Kalla, kedua pejabat itu melaporkan bahwa Bank Century menghadapi masalah besar. Masalah muncul karena krisis ekonomi global. Karena itu, Bank Century harus dibantu pemerintah dengan cara mengucurkan dana bailout (talangan).
Bila tidak dibantu, demikian kedua pejabat itu meyakinkan Kalla, masalah Bank Century akan berimbas ke bank-bank lainnya. Pada akhirnya, perekonomian nasional akan oleng.
“Saya tidak setuju dengan pandangan itu. Krisis itu menghantam banyak orang. Masak ada badai cuma satu rumah yang kena. Tidak. Bila hanya Bank Century yang kena, itu bukan krisis. Yang bermasalah adalah Bank Century dan itu bukan karena krisis melainkan karena uang bank itu dirampok pemiliknya sendiri. Ini perampokan!” Kalla berteriak dengan keras.
“Lapor ke polisi,” perintah Kalla kepada Sri Mulyani dan Boediono. “Sangat jelas, ini perampokan. Jangan berikan dana talangan.”
Sri Mulyani dan Boediono tidak berani. Bahkan mereka sempat bertanya, pasal apa yang akan dikenakan.
“Itu urusan polisi. Pokoknya ini perampokan,” teriak Kalla lagi.
Karena melihat Sri Mulyani dan Boediono tidak menunjukkan gelagat akan memproses kasus ini secara hukum, Kalla lalu mengambil handphone-nya, menelepon Kapolri Bambang Hendarso Danuri.
“Tangkap Robert Tantular…,” teriaknya kepada Kapolri. Setelah menjelaskan secara singkat latar belakangan masalah, Kalla  memerintahkan, “Tangkap secepatnya”.
“Saya tidak tahu pasal apa yang harus dikenakan. Ini perampokan, tangkap. Soal pasal urusan polisi,” cerita Kalla sambil tertawa.
Dua jam kemudian, Kapolri menelepon. Robert Tantular telah ditangkap oleh tim yang dipimpin Kabareskrim Susno Duaji.
Mengingat kecepatan polisi bertindak, dengan nada berkelakar, Kalla mengatakan, polisi itu baik asal diperintah untuk tujuan kebaikan.

***

DI ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 3 September 2009, Robert Tantular diadili. Ketika membacakan duplik, pengacaranya, Bambang Hartono, memprotes Kalla.
Ia menilai Kalla telah mengintervensi hukum karena memerintahkan Kapolri untuk menangkap kliennya.
“Tindakan tersebut bertentangan dengan hak asasi manusia,” protes sang pengacara.
Menurut Bambang, penangkapan Robert Tantular tidak memiliki dasar hukum. Ia mengutip Boediono: “Pak Boediono selaku Gubernur BI mengatakan bahwa tidak bisa dilakukan penangkapan karena tidak ada dasar hukumnya.”
Mendengar protes pengacara itu, Kalla memberikan reaksi keras. Bahkan terus terang ia mengaku sangat marah.
Kata Kalla, “Saya marah karena saya disebut mengintervensi. Tidak. Saya tidak intervensi. Yang benar, saya memerintahkan polisi agar Robert Tantular ditangkap. Ini perampokan,” katanya sambil tertawa.
Robert telah merugikan Bank Century, yang tentu saja  ditanggung nasabahnya, sebesar Rp 2,8 triliun.
Bank yang “dirampok” pemiliknya sendiri itu justru mendapatkan bantuan pemerintah, melalui tangan Sri Mulyani dan Boediono, sebesar Rp 6,7 triliun.
Pengadilan memvonis Robert penjara empat tahun dan denda Rp 50 miliar/subsider lima bulan penjara.

***

24 November 2009. Kalla kini bernapas lega karena apa yang diyakininya sebagai perampokan di Bank Century pelan-pelan terkuak.

Repoter Nyamuk melaporkan untuk MPiers
http://nyamuklagi.multiply.com/journal/item/171/