Category: Artikel

Dibalik Unlimited Hosting

By iBNuX, 8 August 2010 01:31

Tingginya persaingan di dunia industry web hosting membuat beberapa perusahaan hosting menawarkan unlimited space, unlimited bandwidth atau unlimited website yang dapat di host.

Bisa jadi memang benar perusahaan hosting tersebut menawarkan unlimited hosting tapi juga ada benarnya kalau mereka juga mempunyai aturan main yang lebih spesifik di dalam Terms of Service mereka yang menyatakan apa yang dapat anda lakukan dan tidak dapat lakukan dengan account hosting anda.
Rahasia dari unlimited hosting adalah bahwa anda tidak diperbolehkan untuk menaruh sesuatu yang dapat memakan space, bandwidth dan resource server secara gila-gilaan.

Cara lain dari perusahaan hosting yang menawarkan unlimited space dan bandwidth adalah dengan me-limit kecepatan bandwidth yang dapat anda gunakan.
Sebagai contoh : Jika sebuah perusahaan menawarkan mobil yang dapat di sewa dan mengatakan kepada anda bahwa tidak ada limit seberapa jauh anda dapat mengendarainya, anda akan berpikir bahwa itu adalah sesuatu yang bagus, sampai kemudian anda mendapatkan bahwa mobil tersebut akan otomatis berhenti apabila anda mengendarainya lebih dari 30KM/Jam.

Anda harus selalu mengingat bahwa perusahaan yang menawarkan atau mengiklankan unlimited hosting pasti di belakangnya ada aturan-aturan tertentu yang di berikan untuk melindungi perusahaan tersebut.
Bandwidth tidaklah gratis bahkan seandainya ada penyimpanan data terbesar di dunia yang memiliki banyak harddisk pasti memiliki batas kapasitas yang dapat di pakai.

Perlu di ingat oleh anda bagaimanapun juga pasti ada aspek-aspek tertentu dari hosting yang menawarkan unlimited hosting yang dapat membatasinya.
Sebuah perusahaan hosting dapat menawarkan unlimited sub-domains, e-mail accounts, dan database tapi juga memberikan pembatasan di hal lainnya.
Sebagai conto : anda dapat memiliki unlimited sub-domains tapi jumlah data transfer dan disk space yang anda miliki tetap.
Sebuah perusahaan hosting yang menawarkan unlimited e-mail account akan memastikan bahwa e-mail yang tersimpan di account anda tidak akan melebihi jumlah kapasitas yang anda dapatkan atau miliki.

Tidak ada di dunia ini yang memberikan sepenuhnya unlimited hosting karena teknologi tidak akan mengijinkan hal tersebut dan meskipun ada, mereka juga tetap harus membayar untuk bandwidth yang mereka keluarkan.
Banyak orang tidak memperhatikan hal ini tetapi setiap kali anda mentransfer atau memindahkan data anda dari komputer yang satu ke komputer lainnya melalui internet pasti akan membebani seseorang atau perusahaan untuk membayar atau membiayai di manapun mereka berada.
Di dalam lingkungan web-hosting, perusahaan hosting anda membayar untuk jumlah data transfer yang digunakan oleh anda dan akan menagih anda untuk hal tersebut.

Alasan lengkap kenapa ada pembatasan pada seluruh hosting account dikarenakan perusahaan hosting harus mengeluarkan biaya untuk peralatan, bandwidth atau data transfer, dan karyawan untuk memelihara peralatan tersebut.
Hosting sering kali di tawarkan dengan space dan data transfer limit yang melebihi dari kebutuhan yang dibutuhkan oleh kebanyakan para pemakai hosting namun tetap saja perusahaan hosting tersebut harus menghitung pembatasan tersebut untuk menghindari mereka dari besarnya tagihan data transfer.

Perusahaan hosting yang menawarkan unlimited transfer atau unlimited space tidak begitu baik dan terbuka dengan anda dan jika di dalam terms of service mereka tidak menyebutkan secara jelas apa yang di perbolehkan dalam menggunakan servis yang mereka beri maka anda harus berhati-hati dalam berbisnis dengan mereka.
Pengguna hosting yang menggunakan bandwidth, space ataupun resource yang terlalu banyak dalam unlimited hosting account akan mendapatkan account mereka di tutup.
Jangan menerima begitu saja tawaran yang di berikan oleh perusahaan hosting yang menawarkan sebuah produk atau service yang memberikan no limit karena tidak ada produk ataupun service di dunia ini yang dapat memberikan hal tersebut secara nyata tanpa sesuatu di belakangnya.

http://nimhost.com/dibalik-unlimited-hosting/nimhost-dibalik-unlimited-hosting.html

Pak, Tangkap Kami.. Sekarang Juga ! !

By iBNuX, 1 August 2010 23:58
(Ini bukan curhat – Ini permintaan)

Pak, apa bedanya anda dengan guru anda?.. Dulu guru anda, jika ada suara sumbang sedikit tentangnya.. Dia akan cari, culik, tembak, dan hilangkan dari peredaran dunia..  Dulu guru anda, pandai sekali meredam media massa.. Bisik-bisik tentangnya pun menjadi tabu karenanya.. Begitu kuat intimidasinya merengkuh seluruh bangsa.. Siapa yang berbicara, seketika bisa menjadi cerita ancaman bangsa. Selanjutnya lenyap, atau dicap Ex-Tapol di KTP nya.. Bikin partai pun bisa bermasalah.. Isu menjadi pemberontak, bisa dikenakan padanya..  Beliau sangat aktif sekali mempertahankan mitologi dirinya.. Dari film, dari belokan sejarah, dari manuver dunianya, sampai menjadikan diri sebagai Jenderal besar.. Dan karena saat itu mantan atasannya masih hidup, dibuatlah jenderal Besar juga bagi pak Nas.. ahahaha.. hebatnya dia.. Warna kuning begitu kuat melekat padanya.. Sampai-sampai batu candi pun bisa kuning diwarnainya.. Gunung Jayawijaya bisa jadi danau jika sekarang dia masih berkuasa

Dia tidak buruk pak, banyak kebaikannya juga
Program-program Pelita yang akhirnya menyisakan beberapa masalah.. Program dinasti di kalangan pemerintah yang kami tahu bahwa beliau tidak mau beli kucing dalam karung. Program keluarga berencana, Program mempertahankan kewibawaan dan prinsip dasar kehormatan.. Meski ketika runtuh dia menjadi seruntuh-runtuhnya..

Kalau anda, ada suara sumbang tentang pihak anda, Anda akan segera buat konferensi pers, dan curhat seketika.. Pihak anda terlalu kentara sekali menutupi sesuatu.. tapi tidak kentara dalam membuat keputusan. Anda lebih senang pesona daripada wibawa, dan dalam berkumpul dengan orang lain, anda lebih senang eksplorasi diri anda daripada pada bangsa.. Isu yang senada dengan anda, akan dipertahankan oleh kaki tangan anda.. Sedangkan yang tidak senada, ah itu inisial RS juga tetep saja ngeyel.. Ah, Anda tidak pantas di posisi itu. JIka periode pertama lalu anda terbantu kawan anda, sekarang kawan anda tak ubahnya seperti anda.. Cocok sekali anda memilih kawan sedesa!!.. Ahahahah

Anda memang baik, segala dibebaskan. Rakyat dibebaskan, semua dibebaskan, hingga akhirnya negeri ini seperti negara tanpa pemilik. Semua berhak masuk, produk makanan murah dari negara lain dimasukkan tanpa melihat bagaimana petani kelojotan.. Harga pupuk yang kelewat mahal justru dijadikan sebagai income negara.. Ah, anda sama saja dengan wanita pendahulu anda.. Ada yang bilang:”Kalau bisa INCOME itu dari luar negeri dong, bukan dari dalam negeri“.. Naikkan saja minyak bumi, buat langka bensin dan minyak tanah, kirim bom 3 kg ke dalam rumah!! Mahalin listrik dengan alasan apapun. Biarin juga sekolah menjadi mahal. Silakan pak.. Silakan curhat apapun yang akan membuat anda habis wibawa.. Tuh lihat, kutukupret jalanan macam FBR dan FPI, mereka bisa tanpa standard yang dikontrol negara, memalukan muka kita semua.. sementara anda masih berjalan mebubarkan kemacetan dengan iring-iringan panjang yang hebat dan sepertinya wibawa.. Wah kalau dikampung saya bisa dilempar batu pak!! Sebenarnya anda juga tergolong berani membiarkan besan anda juga masuk ke dalam bui.. Sayangnya ini kok menjelang pemilu.. Teganya.. anda pilih mana?? Nih pak, kalau anda memang membiarkan kebiasaan negara ini seorang pemimpin selesai menjabat dengan cara yang tidak populer, lanjutkan saja sikap anda selama ini.. Tapi jika tidak.. kapan dong kami bisa melihat anda dan teman anda yang Profesor (yang konon ngajar teori) itu, bertindak.. (Eh nama Wapres siapa sih)

Wibawa anda habis pak.. Tapi waktu anda belum habis.. Anda masih punya cara untuk menunjukkan bahwa anda punya wibawa.. silakan memilih:

Satu: Kami yang tidak pantas memimpin, geregetan melihat kami kok dipimpin oleh orang yang tidak sedang memimpin.. Anda bukan raja lho pak.. Silakan ambil telinga hati yang anda simpan, masuk ke desa-desa, dan ambil tindakan.. Berbuatlah sesekali untuk rakyat banyak.. bukan untuk simpatisan anda.. Biarkan anda peduli pada yang kasih makan pada anda: PETANI.. (nggak tahu juga kalau anda lebih seneng makan dari produk luar), biarkan pupuk murah dan benar.., biarkan insektisida juga murah.. bukan malah dikomoditi dimana petani menjadi konsumen produk..

Dua: Tangkap kami!! Biarkan orang-orang tidak lagi berani bicara. Anda akan ditakuti seperti guru anda.. Anda akan dicap diktator.. tetapi anda jadi punya nilai mitologis. Ingat, kewibawaan adalah nomer satu dalam kepemimpinan.. Sebuah hadits Nabi mengatakan:”Pemimpin yang zalim masih lebih baik daripada keadaan kacau balau”.. Yah.. sekarang? Zalim nggaknya saya nggak tahu, tapi kacau balaunya iya..

Udah deh, tangkap kami semua, siapkan kerangkeng buat 238 juta penduduk Indonesia.. Saya jamin, jalanan ibukota, dan seluruhnya bakal aman tanpa macet buat anda jalan-jalan..

Dari yang terpimpin

Bimo Kumat

$- edit: silakan dishare jika diperlukan, supaya bisa terdengar dari segala penjuru.. penulis bertanggung jawab penuh akan buah pikirnya selama apa yang dishare masih sesuai dengan versi original disini -$

Sumber: besok saya pasang

Selama ini kelompok liberal ingin membenturkan FPI dengan massa Gus Dur dan sekarang PDIP, tetapi usaha mereka selalu gagal?

By iBNuX, 15 July 2010 03:02

Kelompok liberal ini tidak mempunyai massa, tidak mempunyai grass-roots. Mereka antek Barat dan hanya mampu membuat LSM-LSM komprador. Mereka dibantu dengan bantuan asing, ini mereka sendiri yang mengakuinya. Kalau kita ingin bicara jujur, FPI ingin dibubarkan karena melangar UU No. 8 Tahun 1985 tentang Keormasan. Sekarang salah satu larangan dalam UU Keormasan adalah menerima bantua luar negeri atau asing. LSM yang dibuat kelompok liberal, semuanya menerima bantuan asing. Bubarkan meraka dulu, FPI sudah siap untuk dibubarkan. Jadi kita bubar-bubaran, mereka ini tidak bercermin. Jadi kalau ada pepatah mengatakan kuman disebarang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak. Kesalahan FPI yang kecil jauh mereka lihat, tetapi kesalahan mereka yang besar dalam diri mereka sendiri, tidak mereka lihat.

Kelompok liberal memang tidak punya massa. Masyarakat mana yang mau jadi antek asing. Serendah-rendahnya pendidikan, pemikiran, status sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia, secara umum mereka masih mempunyai ras cinta tanah air, cinta bangsa dan negara. Mereka tidak mau menjual negaranya untuk orang asing. Sehingga kelompok liberal tidak mendapatkan tempat di tengah masyarakat dan mereka tidak mempunyai kekuatan grass-roots. Adapun yang mempunyai kekuatan grass-roots di Indopnesia seperti NU dan Muhammadiyah. Kalau partai politik seperti PDIP yang mengakar ke bawah.

Kelompok liberal melihat FPI sebagai ancaman dan FPI mempunyai kekuatan grass-roots kebawah. Bagaimana cara untuk menghadapi FPI, mereka berusaha untuk menunganggi NU tetapi tidka berhasil. Karena waktu itu Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi, beliau dikenal orang baik, cerdas dan tidak bisa ditunggangi oleh Ulil dan kawan-kawan. Karena itu ketika tersiar kabar di beberapa daerah terjadi konflik antara massa FPI dengan NU, KH Hasyim Muzadi langsung klarifikasi. Itu ternyata bukan NU, tetapi massa preman yang dibayar suatu kelompok dan dipakaikan baju NU. Akhirnya kebongkar semua dan mereka cuma ingin mengadu domba.

Dikabarkan ada seorang tokoh yang kirim Banser palsu ke Pengadilan, tetapi ternyata itu preman yang diberi baju Banser. Padahala Banser sendiri tidak tahu menahu. Berbagai cara kotor seperti ini dilakukan kelompok liberal. Karena Gus Dur sudah meninggal dunia dan mereka menunganggi NU sudah tidak ada pintunya, maka sekarang mereka mencoba menunganggi PDIP. Kebetulan ada kasus Banyuwangi PDIP sedang marah, maka masuk Ulil ngipasin PDIP. Kebetulan Ulil pengurus Partai Demokrat. Maka kita sampaikan informasi itu ke PDIP, apa anda mau ditunganggi sama Partai Demokrat dan diadu dengan FPI, sehingga PDIP jadi mawas diri. mnh/Abdul Halim/suara-islam.com
Sumber : fpi.or.id

Mengapa selama ini media massa terutama televisi dan koran selalu memojokkan FPI, bagaimana tanggapan Habib?

By iBNuX, 15 July 2010 03:01

Kalau media massa memojokkan FPI, memang ada beberapa asumsi. Pertama, kelompok-kelompok yang memusuhi FPI adalah kelompok beruang seperti kelompok mafia, liberal, Kristen radikal dan kelompok politik. Meraka bisa dengan mudah untuk memberi siaran televisi. Jadi ini hanya persoalan duit, siapa yang bisa bayar itu yang mereka beritakan dengan senang hati.

Saya kasih contoh, pada saat Ustad Awit tampil di salah satu televisi dengan menyerahkan salah satu film ceramah Ribka Tjiptaning di Banyuwangi, mereka kita tantang untuk berani setel ini karena isinya soal PKI, ternyata mereka tidak berani. Adapun yang disetel lagi ribut-ributnya. Tetapi ceramah Ribka soal PKI di Banyuwangi selama 20 menit, kok tidak berani mereka setel. Apa karena FPI tidak bayar, kalau disuruh bayar nanti dulu. Tadi itu asumsi pertama, tetapi indikasinya kan kuat siapa punya duit bisa menguasai media massa.

Kedua, jangan lupa, hampir semua stasiun televisi tidak ada yang luput dari protes FPI. Hampir semua televisi pernah didemo oleh FPI. Biasalah, mungkin mereka tersinggung karena pernah didemo FPI. Jadi mereka enggan untuk menyiarkan berita-berita yang menurut mereka dapat mengangkat citra FPI. Jadi sepertinya ada sakit hati dan dendam kepada FPI yang pernah mendemo mereka. FPI tidak peduli kalau mereka salah kita demo. Metro TV, SCTV, RCTI dan Indosiar pernah kita demo, bahkan TVRI pernah kita demo. Televisi mana yang tidak pernah kita demo. FPI tidak peduli mendemo televisi, yang penting kalau salah ya kita protes. FPI tidak peduli apakah beritanya akan dimuat atau tidak dimuat di televisi. Itu asumsi kedua, artinya indikasinya kan ada.

Ketiga, ini yang paling kuat. Sesuai dengan dokumen Rand Corporation, disitu ditulis donasi-donasi AS dan sekutunya memang berupaya dengan segala kekuatan finansialnya untuk membeli media massa. Paling tidak, kalau tidak beli ya mereka kuasai. Itu memang ada dalam Rand Corporation, itu artinya terperinci betul. Adapun yang menarik disitu juga disebutkan, kalau ada perbuatan-perbuatan yang menaikkan citra yang dilakukan kelompok Islam manapun tidak boleh dimuat. Bukan hanya FPI, tetapi kelompok Islam manapun. Sebaliknya, kalau ada perbuatan-perbuatan yang sekiranya dapat menurunkan citra kelompok Islam, maka harus dimuat dan harus diulang-ulang.

Makanya jangan kaget, kita bisa lihat acara di Metro TV dan SCTV, peristiwa penyerangan tempat biliar yang dijadikan ajang judi oleh laskar FPI tahun 2002 atau sudah 8 tahun lalu. Tetapi film itu selalu diulang, kadang-kadang kalau diulang seperti peristiwa Banyuwangi filmnya selalu diulang. Berarti apa yang dilakukan SCTV dan Metro TV serta beberapa televisi lain sesuai dengan dokumen Rand Corporation. Bukan saya mencoba mengkait-kaitkan, tetapi faktanya memang begitu.

Apa isi dokumen Rand Corporation?

Dalam dokumen itu juga disebutkan, kalau kelompok-kelompok Islam yang mereka anggap sebagai musuh, kalau menyebutkan identitas cukup nama saja, tidak perlu disebut titelnya seperti Prof Dr dan sebagainya. Kalau Kyai Haji dan Habib jangan disebut KH dan Habibnya. Kalau Ustad jangan disebut ustadnya, pokoknya disebut namanya saja. Tetapi sebaliknya, kalau kelompok yang mendukung mereka harus disebut dengan lengkap titelnya, seperti Prof, Dr, PhD, MA, MSc dan sebagainya, itu tertulis dalam dokumen Rand Corporation. Jadi dengan demikian, ini memang grand design mereka. Jadi tidak perlu kaget dan ini tidak akan menjadi yang terakhir. Besok pasti mereka akan mencari lagi momentum untuk membubarkan FPI, dan itu akan terus berlangsung sampai mereka berhasil membubarkan FPI. Kita harapkan sekarang gerakan Islam semakin merapatkan barisan dan memperkokoh ukhuwan Islamiyah, karena sebetulnya yang ditarget itu bukan hanya FPI saja tetapi semua gerakan Islam. Mungkin FPI dianggap sebagai pintu gerbangnya untuk dibobol terlebih dahulu.

Apa kerugian yang akan dialami bangsa Indonesia seandainya FPI sampai dibubarkan?

Secara pribadi kalau FPI dibubarkan tidak ada masalah. Kalau hari ini Front Pembela Islam dibubarkan, maka besok akan saya bikin Front Pecinta Islam. Dengan singkatan yang sama, pengurus yang sama, gerakan yang sama dan wajah yang sama pula, kan UU tidak melarang. Jadi saya tidak pernah pusing dengan pembubaran. Nanti kalau Front Pecinta Islam juga dibubarkan, maka akan saya bentuk Front Penyelamat Islam. Jadi mengapa pusing-pusing, saya tidak pernah pusing mengenai pembubaran ini, tidur saya tetap nyenyak.

Jadi saya bicara pribadi, artinya yang ingin saya tekankan, ada FPI atau tidak ada FPI amar makruf nahi mungkar tetap wajib dijalankan. Ada FPI atau tidak ada FPI, perjuangan para kader FPI yang ada dimana saja tetap berjalan. Artinya, saya dan kawan-kawan yang ada di FPI tidak pernah menjadikan FPI sebagai tujuan perjuangan. Kita selalu mengingatkan, FPI cuma kendaraan. Jadi kalau kendaraan ini rusak ditengah jalau atau dibakar orang atau dicuri orang atau kendaraan terbalik dan tidak bisa dipakai lagi, kita ganti kendaraan yang lain. Kenapa susah-susah amat karena FPI bukan tujuan. Tujuan kita hanya mencari ridha Allah, tujuan kita liilai kalimatillah subhanahu wa taala. Jadi bukan tujuan kita mencitrakan FPI, membaguskan FPI, membesarkan FPI. Itu hanya proses perjuangan, tujuannya liilai kalimatillah subhanahu wa taala.

Itu yang secara pribadi saya melihat wacana pembubaran FPI, bahkan saya katakan bukan wacana lagi. Sebab ini sudah merupakan gerakan sistimatis yang dilakukan musuh-musuh Islam untuk membubarkan FPI. Tetapi memang kalau kita bicara secara umum buat masyarakat kasihan. Kalau ormas Islam bukan hanya FPI yang concern terhadap amar makruf nahi mungkar terhadap penegakan keadilan melawan kedholiman. Kalau yang seperti ini sampai dibubarkan, kasihan umat Islam itu sendiri. Artinya kekuatan mereka semakin lemah, kekuatan pembelaan mereka semakin surut. Bahkan kita khawatirkan begitu ada ormas Islam semacam FPI yang dibubarkan, jangan-jangan nanti ada masyarakat yang takut untuk berjuang. Itu yang kita khawatirkan. Artinya mereka nanti akan menjadikan proyek percontohan. Jangan keras-keras, nanti nasibnya akan seperti FPI. Nanti kita jadi takut melawan kedholiman, kemungkaran, mafia, bajingan dan takut melawan okum pejabat yang bejat akhlaknya, ini berbahaya. Jadi kalau ada pembubaran suatu ormas Islam, ini kan melemahkan semangat juang umat Islam Indonesia. Walaupun secara pribadi kita tidak akan kendor, walaupun dibubarkan sepuluh kalipun kita tetap akan berjuang. Tetapi umat yang awam kan tidak begitu fikirannya.

Jadi kalau FPI dibubarkan, berarti akan mengulang sejarah ketika Soekarno meminta Masyumi membubarkan diri atau dibubarkan tahun 1960 lalu?

Kalau kita kembali kepada sejarah Sukarno, ini kan sejarah yang sangat ironis. Tatkala Masyumi dituduh terlibat dalam PRRI, ini kan tuduhan dan firtnah, Masyumi kemudian dibubarkan. Tetapi begitu PKI yang nyata-nyata berkhianat, Sukarno tidak membubarkannya. Ini fakta sejarah, ada apa ? Seharusnya Sukarno bersikap adil. Kalau Masyumi dibubarkan, PKI yang terlibat pemberontakan G30S seharusnya dibubarkan. Ini lebih berbahaya, tetapi nyatanya tidak dibubarkan Sukarno.

Sejak zaman kemerdekaan, terjadi pergulatan apakah itu ideologi, pertempuran fisik antara kelompok Islam dengan sekuler. Jadi kelompok sekuler ini memang selalu ingin menang sendiri. Jadi segala yang jelek dari sekuler mereka maklumi, tetapi apapun yang kelihatannya jelek dari kelompok Islam, kalaupun tidak jelek mereka jelek-jelekkan. Itu akan dijadikan mereka alasan untuk penghancuran.

Sekarang kalau kita bicara soal pembubaran, kita lihat alasannya. Apa alasan mereka ingin membubarkan FPI, karena FPI melakukan sejumlah kekerasan. Saya tidak ingin membela diri. Katakanlah benar FPI melakuan kekerasan, itupun kekerasan harus kita diskusikan dulu. Apa betul itu kekerasan, apa betul itu kekerasan struktural yang dilakukan secara organisatoris atau bagaimana. Itu masih perlu diskusi dan pembuktian dulu, andaikata FPI dituduh keras dan musti dibubarkan. Pertanyaan kita, bagaimana dengan berbagai kekerasan yang dilakukan partai politik. Berbagai pilkada di daerah sejak reformasi hingga sekarang ini selalu diwarnai kekerasan. Ada pembunuhan, pembakaran gedung pemerintana, pembakaran mobil, pembakaran pom bensin, luar biasa. Itu yang tidak pernah dilakukan FPI. FPI tidak pernah bakar gedung pemerintah, FPI tidak pernah membunuh Ketua DPRD, ini kan massa partai.

Kalau FPI dibubarkan, Parpol harus juga dibubarkan?

Jadi kalau massa FPI melakukan kekerasan FPI nya harus dibubarkan, maka logikanya kalau massa partai melakuan kekerasan, maka partainya harus juga dibubarkan. Sekarang massa PDIP, PKB dan Demokrat melakukan kekerasan. Kalau begitu PDIP, PKB dan Demokrat harus dibubarkan. Ini kalau kita memakai logika pembubaran. Jadi tidaklah adil jika ada massa FPI melakukan kekerasan maka FPI dibubarkan. Tetapi kalau massa partai yang melakukan kekerasan, partainya tidak dibubarkan, enak betul ! Memang yang punya negara ini partai ! Kekerasan yang dilakukan massa partai lebih dahsyat, lebih keras bahkan biadab. Masak Ketua DPRD Sumatera Utara sampai dibunuh di dalam Gedung DPRD. Pembakaran gedung kabupaten seperti di Tuban dan pembakaran mobil di Mojokerto. Apa ada aksi FPI semacam itu. Apa ada massa FPI seperti itu. FPI paling-paling memakai pentungan. Adapun yang dirusak cuma kaca biliar dan tidak lebih dari itu. Ini kalau kita bicara fakta. Kalau pemerintah ingin membubarkan FPI, maka PDIP, PKB, Demokrat dan Golkar juga dibubarkan, jadi sama-sama bubar, termasuk negara ini juga bubar.

Habib Rizieq Syihab: Ada Empat Kelompok yang Berkonspirasi Ingin Membubarkan FPI

By iBNuX, 15 July 2010 03:00

Sumber :
http://www.eramuslim.com/berita/binc…barkan-fpi.htm

Sejak tahun 2006, FPI berusaha diadu domba dan difitnah, agar pemerintah memiliki dalih untuk membubarkan FPI. FPI berusaha dibenturkan dengan Banser dan terakhir dengan Satgas PDIP. Namun perilaku jahat kelompok Liberalis itu selalu mengalami kegagalan. Terakhir pada peristiwa Banyuwangi (24/6) lalu, dimana FPI difitnah akan membubarkan sosialisasi kesehatan yang dilakukan tiga anggota DPR RI.

Berikut ini wawancara dengan Ketua Umum DPP FPI, Habib Rizieq Syihab, seputar konspirasi jahat untuk membubarkan FPI. Jika sampai berhasil, maka akan menjadi langkah awal untuk membubarkan ormas-ormas Islam di Indonesia yang dinilai keras menentang kezholiman dan ketidakadilan.

Apakah ada konspirasi untuk membubarkan Front Pembela Islam (FPI) pasca peristiwa Banyuwangi atau sebelumnya?

Sebetulnya konspirasi sejumlah pihak untuk pembubaran FPI sudah berlangsung sejak lama. Kita juga sudah mengidentifikasi pihak-pihak yang melakukan konspirasi untuk membubarkan FPI.

Pertama, kelompok mafia, yang memang selama ini FPI dianggap sebagai momok yang sangat menakutkan sekaligus menganggu bisnis haram mereka. Adapun yang saya maksud mafia disini, apakah mereka yang terlibat dalam sindikat narkoba, film-film porno, perjudian, pelacuran dan sebagainya. Ini semua sudah menjadi sindikat dan bukan kejahatan biasa, sementara FPI sejak lahir sangat concern dalam persoalan tersebut. FPI banyak mengungkap, menguak bahkan memejahijaukan mereka sehingga sudah jelas mana kelompok mafia ini menjadikan FPI sebagai musuh. Mereka mempunyai kepentingan untuk membubarkan FPI.

Kedua, yang masuk dalam konspirasi adalah kelompok liberal. Karena mereka melihat FPI secara fulgar melakukan konfrontasi terhadap gerakan-gerakan kaum liberal. Artinya FPI tidak lagi sembunyi-sembunyi bahkan perang pemikiran maupun perang di lapangan sekalipun. Karena kalau kita lihat peristiwa perjuangan RUU Pornografi dan Pornoaksi, bagaimana kelompok liberal memanfaatkan preman-preman untuk menyerang posko FPI di berbagai daerah. Jadi artinya mulai perang pemikiran sampai perang otot. Belakangan kita lihat banyak usaha kaum liberal yang kandas, apakah itu judicial review UU Pornografi, UU Penistaan Agama. Termasuk juga upaya mereka memanfaatkan Gus Dur untuk membatalkan TAP MPRS No XXV/MPRS/ 1966 soal PKI, tetapi kan usaha mereka kandas. Sebetulnya kandasnya mereka bukan hanya karena perjuangan FPI, tetapi semua ormas Islam. Cuma karena FPI dianggap terlalu fulgar, mungkin lebih meninjau atau mungkin konfrontasinya lebih terbuka, sehingga mereka melihat FPI sebagai musuh utama. Jadi kelompok liberal ini masuk dalam konspirasi tersebut.

Ketiga, kelompok Kristen radikal. Radikalisme ada di semua kelompok. Kelompok Kristen radikal mempunyai catatan tersendiri terhadap laskar-laskar Islam, mulai dari peristiwa Ambon hingga Poso. Dimana salah satu diantaranya adalah FPI. Ditambah lagi gerakan Kristen radikal ini yang mencoba mendirikan gereja-gereja liar di berbagai tempat. Jadi bukan geraja resmi yang mempunyai ijin resmi dan sesuai dengan peruntukannya, no problem. Markas FPI di Petamburan Jakarta Pusat ini sekitarnya ada 5 gereja, hubungannya dengan FPI saat ini baik-baik saja. Bahkan para pendetanya suka sowan kemari dan kita diskusi, no problem. Kenapa, karena gereja-gereja ini resmi punya ijin dan sesuai dengan peruntukannya. Sementara kalau ruko jadi gereja, kan lain cerita. Berarti peruntukannya untuk rumah tinggal dan toko, kok tiba-tiba berubah jadi gereja.

Sebetulnya penutupan gereja-gereja liar ini merupakan gerakan masyarakat, tetapi lagi-lagi FPI yang dituduh. Mungkin dalam gerakan tersebut ada warga FPI yang ikut bersama masyarakat. FPI kan sekarang dimana-mana ada, warganya juga dimana-mana ada. Tidak selalu perbuatan mereka mengatasnamakan organisasi FPI. Ada kalanya mereka bergerak atas nama organisasi tetapi ada kalanya atas nama masyarakat, jadi mereka tidak sendiri. Kalau mereka bersama masyarakat setempat, jangan salahkan FPI. Tetapi walau bagaimanapun juga, keterlibatan warga yang berafiliasi kepada FPI ini akhirnya membuat FPI terseret juga, Sehingga bagi kelompok Kristen radikal, FPI menjadi musuh utamanya. Jadi ada kelompok mafia yang merasa bisnis haramnya terganggu, ada kelompok liberal yang aqidah sesatnya juga terganggu dan ada kelompok Kristen radikal yang gerakan Kristenisasinya juga terganggu.

Keempat, adanya konspirasi politik. Kelompok-kelompok politik melihat banyak kepentingan politik mereka yang terganggu dengan gerakan-gerakan ormas Islam. Sekarang ada konspirasi, dimana kelompok politik ingin mengoalkan suatu UU, tiba-tiba UU ini berbenturan dengan Syariat Islam. Secara otomatis akan berhadapan dengan gerakan Islam dan salah satunya adalah FPI. Mungkin dimata mereka FPI dilihat terlalu fulgar melakukan konfrontasi, sehingga dianggap menganggu agenda politik mereka. Jadi konspirasi antara kelompok mafia, liberal, Kristen radikal dan politik. Mereka bersatu untuk menjadikan FPI sebagai musuh bersama.

Berarti mereka mencari momentum yang tepat untuk membubarkan FPI?

Akhirnya mereka mencoba mencari momentum untuk pembubaran FPI. Momentum apa saja yang mereka dapat, apakah momentum peristiwa Depok, dimana ada kontes waria yang dibubarkan warga yang didalamnya juga ada FPI. Bagaimana dengan peristiwa Bekasi, dimana ada patung yang dirubuhkan, walaupun sebetulnya yang merubuhkan patung adalah Walikota Bekasi, bukan FPI atas desakan masyarakat. Tetapi di media massa yang dituduh kan FPI.

Kenapa peristiwa Banyuwangi dianggap momentum, karena memang lebih dahsyat daripada Bekasi, Singkawang dan Depok. Persoalannya ada tiga anggota DPR RI yang katanya sedang melakuan kunjungan kerja. Artinya, kalau melibatkan anggota DPR RI berarti bersingungan dengan lembaga tinggi negara. Ini berarti bisa dikatakan subversib kalau membubarkan acara negara. Meraka lihat ini momentum penting untuk dibenturkan dengan berita FPI telah membubarkan kunjungan kerja anggota DPR RI dan FPI mengusir anggota DPR RI.

Peristiwa Banyuwangi mereka jadikan momentum untuk membubarkan FPI. Cuma mereka kecelek, mereka salah fakta, karena ternyata di Banyuwangi, subhanallah nasrullah. Tepatnya pada 25 April 2010 lalu, DPW FPI Banyuwangi dibekukan karena ada konflik internal diantara mereka yang terkait Pilkada. Kemudian sikap politik dari para pengurus FPI berbeda, yang membuat mereka ada sedikit konflik. Kemudian kita tugaskan Sekjen FPI untuk menyelesaikannya dan akhirnya disepakati supaya tidak ada fihak yang dimenangkan dan dikalahkan, maka dibekukan dulu. Berarti, kalau sudah dibekukan tidak boleh ada pergerakan apapun atas nama FPI. Tahu-tahu mereka mengkaitkannya dengan FPI, kan salah fakta dan mereka kecelek. Pada peristiwa ini kan tidak ada yang memakai seragam FPI. Jadi kesimpulannya, mereka salah fakta. Mereka sudah ramai-ramai ingin membubarkan FPI, ternyata salah fakta.

Begitu Munarman, Ustad Awit dan Ustad Khathath tampil di televisi, dengan debat terbuka dan kita ungkapkan fakta-faktanya, akhirnya mereka malu sendiri. Karena mereka malu, maka mereka lari ke berbagai peristiwa sebelumnya seperti insiden Monas. Sekarang semua film yang ditayangkan Metro TV, RCTI atau televisi swasta lainnya, itu peristiwa yang sudah diadili, sudah divonis dan pelakunya sudah dipenjara, artinya sudah inkracht dan sudah selesai. Tidak ada satu persoalan hukum yang diadili sampai dua kali. Kalau persoalan hukumnya telah selesai, kok televisi mengadili lagi. Pengadilan saja tidak berhak untuk mengadili lagi, apalagi televise. Jadi kesimpulannya, mereka kecelek.

Kelakuan FPI di Aceh !

Ketika SBY Marah-marah

By iBNuX, 29 June 2010 15:31

Dear All,

Ini episode kedua, yang bercerita tentang kelakuan SBY kalau sedang marah. SBY merupakan figur yang mempunyai sifat reaktif dan cepat meledak, sehingga kalau tersinggung sedikit saja, SBY pasti akan marah.

Perbedaannya SBY marah dengan JK marah adalah, SBY selalu marah karena harga dirinya terinjak-injak, sedangkan JK marah lebih sering karena soal yang berkaitan dengan pekerjaannya sebagai Wapres.

Sekali lagi, postingan ini lumayan panjang, sehingga kalau gak doyan baca, mendingan tutup aje deh….xixixi.

Aku jamin, kalian akan ketawa saat ingat ketika SBY marah-marah.xixixixi

SBY Marah Yang Pertama

13/Desember/2006
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terlihat marah saat wartawan meneriakkan “huu..” sesaat begitu Presiden keluar dari lift karena konferensi pers kunjungan Presiden ke PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) dikabarkan batal.

“Hei, apa-apaan ini? Kenapa begitu?” ucap Presiden dengan nada cukup tinggi, di depan lift utama Gedung Utama PLN Jakarta, Rabu (13/12) sore. Dari mimik mukanya, Presiden terlihat tidak suka diperlakukan seperti itu.

Kejadian itu bermula saat Presiden mengadakan inspeksi mendadak (sidak) ke PLN. Dalam jadwal rumah tangga kepresidenan, Presiden memang akan memberikan pengarahan ke Direksi PLN. Namun, jajaran PLN tidak mengetahui
jadwal itu. Wartawan tentu berdatangan untuk mengikuti acara itu. Bahkan wartawan istana disediakan transportasi mobil Pregio dan mengikuti konvoi Presiden.

Namun ternyata rapat itu bersifat intern. Dikabarkan, akan ada konferensi pers setelah itu. Setelah menunggu sekitar 1 jam, wartawan dan forografer diperintahkan dan digiring masuk ke Ruang Penunjang yang telah disetting
untuk acara konferensi pers. Tidak lupa ucapan Selamat Datang kepada Presiden terpajang di TV Projector.

Sayangnya, jajaran Direksi dan Manajemen PLN dan peserta rapat lainnya turun di saat semua wartawan sudah ‘terperangkap’ di ruang itu sehingga tidak memungkinkan untuk doorstop. Apalagi beberapa pasukan pengaman
presiden (paspampres) membuat pagar betis. Beberapa wartawan berteriak, “Tipu, tipu..”

Tidak lama, pegawai Biro Pers dan Media rumah tangga kepresidenan, Wawan, mengatakan, “Tidak ada konferensi Pers, tidak ada konferensi pers.” Wartawan tentu saja
bingung. Tepat ketika pintu lift terbuka dan Presiden keluar, wartawan meneriakkan “huuu..” yang disambut kemarahan Presiden itu.

Wartawan lalu meminta agar Presiden bersedia mengadakan konferensi pers. Presiden yang mengenakan safari abu-abu celana hitam terlihat berpikir cukup lama, sambil bertanya, ”Apa doorstop saja ya?” tanya dia kepada para
perangkatnya. Lalu dia berjalan menuju Ruang Penunjang. “Apa sudah disiapkan?”tanya dia yang menghentikan langkahnya di depan Ruang Penunjang. Barulah setelah Paspampres menyatakan “Siap”, Presiden melangkahkan kakinya dan mengadakan konferensi pers. Katanya, “Para wartawan yang saya cintai…bla..bla..bla

SBY Marah yang Kedua

07/Des/2007

Jakarta – Betapa asiknya Menkes Siti Fadilah Supari saat  berbincang-bincang dengan Menkominfo Muhammad Nuh, sampai-sampai sapaan Presiden SBY tak terdengar.

Cerita berawal saat acara peringatan hari AIDS sedunia berlangsung di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Jumat (7/12/2007).
SBY sedang berdialog dengan para pengidap HIV/AIDS. Seorang waria bernama Lenny Sutiharto, pemimpin LSM Srikandi Sejati, menuturkan, selama 9 tahun mengadakan bimbingan dan konseling, LSM-nya cukup berhasil. Namun di sisi lain, para pengidap HIV/AIDS tidak tahu harus berbuat apa ke depannya.

“Di satu sisi kami merasa berhasil. Tapi di sisi lain ada bumerang bagi kami. Setelah rekan-rekan dites dan positif HIV/AIDS, lalu mereka mau diapakan,” ujar Lenny kepada SBY.

Mendengarkan hal itu, SBY pun menjawab, “Perlu dilakukan langkah menyeluruh dan berlanjut terhadap mereka yang mengidap HIV/AIDS. Tidak hanya melakukan tes HIV, tapi harus dilakukan bimbingan konseling untuk meringankan beban mereka.”

Setelah itu, SBY pun menginstruksikan Menkes untuk mencatat perkataannya.
“Tolong Ibu Menkes, ini dicatat,” kata SBY.
Namun, Menkes Siti Fadilah Supari rupanya sedang asyik ngerumpi ria dengan Menkominfo Muhammad Nuh.
SBY pun memanggil kembali sang Menkes. “Ibu Menkes… Ibu Menkes,” panggil SBY dengan nada lebih tinggi.
Siti pun akhirnya kaget dan melihat SBY. Dengan muka memerah, Siti menundukkan kepalanya.

“Ini, tolong dicatat langkah-langkah yang harus diperhatikan,” lanjut SBY.

Siti pun manggut-manggut sembari mengambil catatan dan menulis.
Selesai mencatat, Siti beberapa kali memukul pelan lengan Menkominfo.
Para undangan yang hadir diam saja melihat adegan itu. Namun sejumlah wartawan yang melihat dan mendengar peristiwa tak kuasa menahan tawa geli.

SBY Marah yang Ketiga

08 April 2008

Jakarta,–Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meradang ketika memberi pembekalan Kegiatan Forum Konsolidasi Pimpinan Daerah Bupati, Walikota dan Ketua DPRD Kabupaten/Kota Angkatan II tahun 2008 di gedung Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta, Selasa (8/4). Pasalnya, saat dirinya bercuap-cuap, salah seorang peserta justru terlelap tidur.

Dengan mengacung-acungkan jari telunjuk, Presiden Yudhoyono meminta agar peserta yang tidur itu untuk segera bangun dengan nada suara meninggi.

“Coba itu bangunkan yang tidur!!!,” pekik Kepala Negara Susilo Bambang Yudhoyono.


Pekik SBY ini sontak membuat peserta Lemhannas yang sebagian besar mengenakan pakaian putih berlengan panjang yang dipadu celana hitam, buru-buru membuka mata selebar-lebarnya.


“Ya…ya…itu. Kalau tidur di luar saja,” pinta SBY.
Kemarahan Presiden Yudhoyono tidak berhenti. Dengan mengetuk podium berkali-kali, Presiden Yudhoyono kembali meluapkan amarah.

“Pemimpin bagaimana memimpin rakyat kalau di ruang ini tidur. Malu kepada rakyat, dipilih langsung saudara oleh rakyat. Untuk bicara memajukan rakyatnya saja tidur. Jangan main-main dengan tanggung jawab. Berdosa, bersalah, malu kepada rakyat. Kalau kita tidak bisa mengendalikan diri kita,” tukasnya.



“Meski pintar, tapi kalau kepribadiannya jelek bisa menjadi racun. Jangan diluluskan, biar rakyat tahu ada pemimpin yang tidak lulus sekolah Lemhannas,” pungkasnya.

Sebelum meradang, SBY memberi arahan tentang perilaku rakyat Indonesia yang masih saja boros energi, pangan dan air. Lantaran ini, Presiden Yudhoyono mendesak semua pihak berinstropeksi diri tentang karakter tersebut.

“Kita renungkan dimana kita, seperti apa tekad dan karakter kita. Bila kita ingin maju, kita melakukan evolusi dalam jiwa dan hati kita,” tandasnya dilansir Persda Network.

Selepas kemarahan SBY, peserta pembekalan Lemhannas terlihat lebih atraktif. Tepuk tangan bergemuruh ketika SBY terus melanjutkan pidato pembekalan. Tidak hanya itu, peserta juga terlihat lebih rajin. Pulpen ditangan tampak menari-nari pada buku, dan lembaran kertas berwarna putih.

Sementara itu Gubernur Lemhannas Muladi menganggap, peristiwa itu sebagai hal yang wajar. Pasalnya, selama mengikuti agenda kegiatan selama lima minggu, peserta mendapat kegiatan yang padat.

“Beliau marah sepintas tapi itu tidak berlanjut. Itu wajar dan manusiawi karena agenda kita yang padat dari pagi sampai sore,” kilah Muladi.

Muladi mengaku, pihak panitia sudah memberikan peringatan dini kepada peserta Lemhannas untuk mengikuti kegiatan pembekalan oleh Presiden Yudhoyono secara tertib. “Kita sebenarnya sudah memperingatkan tidak boleh sms, dan tidak boleh ngantuk. Tapi ini namanya kecelakaan,” jelasnya.

Ketika ditanya apakah Lemhannas akan tidak meluluskan peserta yang telah membuat Presiden Yudhoyono gusar, dengan mantap Muladi mengatakan, pihaknya tetap akan meluluskan peserta yang telah mengecewakan Kepala Negara.

“Saya rasa seorang presiden yang menegur langsung di depan umum itu sudah menjadi bagian sanksi sosial yang luar biasa, kecuali kalau ndablek,” tukasnya.

“Itu coba bangunkan yang tidur itu. Kalau tidur di luar saja! Pimpinan bagaimana dapat memimpin rakyat kalau tidur! Malu dengan rakyat yang memilih. Untuk mendengarkan pembicaraan untuk rakyat saja tidur! Jangan main-main dengan tangung jawab. Berdosa, bersalah dengan rakyat Lembaga yang bisa meluluskan pemimpin yang kepribadiannya jelek akan menjadi racun. Jangan diluluskan. Bukan karena tidak pandai, tetapi tidak bagus kepribadiannya,” ujarnya.

SBY Marah yang Keempat

6/Mei/2008

SBY marah di depan menteri-menterinya saat menjelang mulainya rapat terbatas kabinet yang membahas tentang penanganan kabut asap hutan di Indonesia yang telah mencemari dan mendapat komplain dari negeri tetangga seperti Malaysia dan Singapura.(6 Mei 2008).

Para menteri ketika itu asyik berbicara dan tertawa-tawa. Apalagi mereka menganggap SBY belum hadir pada rapat tersebut. Hal itu memang biasa terjadi saat para menteri baru mulai berdatangan di ruang rapat. Mereka pun biasanya saling bertegur sapa dan bersenda gurau sambil menunggu kedatangan Presiden.

Para menteri yang terlihat sedang bersenda gurau adalah Abu Rizal Bakrie, MS.Kaban, Yusril Ihza Mahendra dan Hasan Wirayudha.

Namun tiba-tiba SBY hadir dan menghardik para menterinya dengan kata-kata “Masih bisa tertawa-tawa, asap seperti itu??”

Langsung spontan tawa dan suara obrolan para menteri tiba-tiba berhenti.

Dan rapatpun dimulai.

Presiden Nampak kecewa dengan kinerja sejumlah menterinya yang terkait penanganan kabut asap di Sumatera dan Kalimantan tersebut.

SBY Marah yang Kelima

28/Agustus/2008

Presiden SBY marah bukan kepalang. Ia membentak tiga pejabat negara yang asyik ngobrol. Ia tersinggung para pejabat itu tidak serius mendengarkan ucapannya.Peristiwa itu terjadi saat SBY memberikan pengarahan dalam Sidang Kabinet di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2008).

Dalam sidang itu dibahas antara lain tentang kontrak ekspor liquefied natural gas (LNG) Tangguh yang akan dinegosiasikan dengan pemerintahan China.Awalnya suasana pengarahan itu tenang-tenang saja. SBY memulainya dengan memberikan penjelasan LNG. Setelah SBY, giliran Wapres Jusuf Kalla (JK) yang memberikan penjelasan.

JK menceritakan pertemuannya dengan Presiden China Hu Jintao dan membahas LNG Tangguh tersebut. Setelah JK selesai bercerita, SBY memberikan kesimpulan.Di sela-sela menyampaikan kesimpulan itu, tiba-tiba SBY menunjuk ke tiga pejabat negara. Pejabat itu diketahui sedang asyik ngobrol.”Hai jangan ngobrol sendiri! Dengarkan! Jangan berbicara sendiri dong! Coba sini, ini masalah penting!” ucap SBY.

Belum dapat dipastikan siapa yang dimarahi SBY. Namun bila dilihat dari arah tangan SBY sepertinya menunjuk ke Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar, Kepala BKPM M Lutfi, dan Kepala BPS Rusman Heriawan.

Suasana pun menjadi hening. Beberapa pejabat yang ditunjuk itu langsung diam. Kemudian SBY kembali melanjutkan ucapannya. Dia mengatakan kasus LNG Tangguh ujian di pemerintahannya.

“Mari kita jadikan ini sebagai pelajaran yang baik. Saya ajak kepada semuanya mari kita melangkah ke depan untuk menuju yang baik lagi. Tolong jangan sebarkan berita yang justru membuat rakyat menjadi bingung,” kata SBY.

Dalam rapat itu hadir semua menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Kapolri Jenderal Pol Sutanto, Jaksa Agung Hendarman Supandji dan Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso.(dtck)

SBY Marah yang Keenam

3/Nov/2008

Kemarahan Presiden SBY terekam kamera televisi saat bertemu dengan perwakilan Bakrie Group, Nirwan Bakrie, dan sejumlah menteri membahas Lapindo. SBY terlihat serius sambil menepuk dadanya.

SBY mengundang Nirwan untuk membahas kasus Lapindo di Kantor Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (3/11/2008).
Acara itu juga dihadiri Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, dan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro.

Dalam kamera yang direkam wartawan televisi, SBY mengucapkan terima kasih pada Kepala Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Sunarso.

“Terima kasih Pak Sunarso yang telah bekerja keras dan bertanggung jawab,” kata SBY.

Sementara di kamera lain, SBY yang mengenakan baju safari warna hitam
lengan pendek tampak marah. Wajah SBY serius sekali.

“Aceh saja bisa diselesaikan. Kenapa ini tidak,” kata SBY sambil menepuk dada tanda prihatin.

Nirwan yang duduk diapit Sunarso dan Mensos Bachtiar Chamsyah terlihat menundukkan kepala. Adik Menko Kesra Aburizal Bakrie ini juga tampak membuka-buka buku.

SBY Marah yang Ketujuh

12/02/2009

Presiden SBY Marah di Pertamina gara-gara microphone mati
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kesal. Pasalnya, saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pertamina, Kamis (12/2), microphone yang digunakan Presiden mati ketika digunakan.

“Hal-hal kecil perlu diperhatikan. Harus check and re-check. Sebab sesuatu yang besar selalu dimulai dari hal yang kecil,” ujar Presiden di hadapan para menteri dan jajaran direksi serta komisaris Pertamina.

Menurut Presiden, Pertamina tak akan menjadi perusahaan minyak kelas dunia bila tidak cepat bertransformasi. Itu bisa dimulai dari hal-hal yang kecil. “Hal kecil bisa menentukan keberhasilan dan kegagalan sebuah misi,” kata Yudhoyono.

SBY Marah yang Kedelapan

3/Feb/2010

Di saat 100 Hari pemerintahan Presiden SBY, nampaknya menjadi sasaran ketidakpuasan rakyat, yang kemudian diekspresikan melalui berbagai aksi, termasuk demonstrasi.

Aksi yang berlangsung tanggal 28 Januari lalu, yang menyambut 100 Hari pemerintah SBY itu, tak pelak, menjadi sebuah wujud dari segala ‘unek-unek’ rakyat, yang berkaitan dengan pemerintahannya.

Inilah yang menyebabkan Presiden SBY marah dan gusar. Aksi unjuk rasa yang berlangsung 28 Januari lalu itu, yang menyambut 100 Hari kinerja pemerintahan SBY itu, sangat menyinggung perasaan Presiden. Foto Presiden dibakar para demonstran dan disamakan dengan kerbau. “Ada unjuk rasa dengan loud speaker besar sekali, teriak SBY maling, Boediono maling, menteri-menteri maling. Tidak bisa diapa-apakan. Ada yang bawa kerbau, SBY badannya besar, malas, dan bodoh seperti kerbau,” ujar Presiden di Istana Cipanas, Selasa (2/2).

Kemarahan Presiden itu dicurahkan saat ia memberikan pengarahan dalam Rapat Kerja dengan Gubernur seluruh Indonesia dan anggota Kabinet Indonesia Bersatu II. Presiden meminta aksi unjuk rasa seperti menjadi salah satu topik pembahasan dalam rapat kerja kabinet.

Selanjutnya, menurut Presiden SBY, aksi unjuk rasa dijamin kebebasannya, namun harus sesuai dengan pranata sosial, hukum, dan kepantasan. “Tolong dibahas dan diberi masukkan, apakah unjuk rasa beberapa hari yang lalu di negara Pancasila, yang konon memiliki budaya, nilai, dan peradaban yang baik,harus seperti itu?” keluh Presiden, saat memberikan sambutan rapat kerja menteri dan gubernur seluruh Indonesia.

Menurut Presiden, pembahasan itu dilakukan agar demokrasi, budaya, dan peradaban di Indonesia bisa diselamatkan, sebab dunia menyaksikan unjuk rasa itu dengan teknologi canggih yang dimiliki mereka. “Pembahasan itu bukan untuk memasung demokrasi, karena demokrasi itu bagian dari reformasi kita, cita-cita kita. Akan tetapi, buatlah demokrasi yang bermartabat, demokrasi yang tertib, dan demokrasi yang mendorong kebersamaan dan kesatuan kita”, ungkap Presiden.

Repoter Nyamuk melaporkan untuk MPiers


http://nyamuklagi.multiply.com/journal/item/172/Ketika_SBY_Marah-marah

Saat Jusuf Kalla Marah-Marah!!!!

By iBNuX, 29 June 2010 15:28

Dear All,

Episode ini adalah Dwilogi. Yang episode satu menceritakan kejadian2 marahnya seorang Jusuf Kalla, yang episode kedua menceritakan marahnya SBY.xixixi

ini hanya untuk mengingatkan kisah2 seorang Wakil Presiden RI yang bernama Jusuf Kalla, yang sangat tegas dan gagah berani. secara beliau mempunyai darah Makassar atau Bugis, yang memang seperti itu sifatnya ketika dia marah.

Postingan ini sedikit panjang penuh tulisan. Ini hanya khusus yang suka baca aja yaa…xixixi.

JK Marah Yang Pertama

15/Maret/2008

“Sekiranya saya tidak datang, pasti tidak dibawa tiang-tiang pancang itu ke sini. Anda pasti akan melanjutkan tidur, ” semprot Jusuf Kalla pada para pejabat yang terkait pembangunan rumah susun seribu menara.


“Pak Gubernur, tiap minggu Bapak harus datang ke sini. Pak Menteri (Menpera) tentu lebih sering, tiap dua hari. Bapak kan menteri perumahan rakyat, bukan menteri perumahan elite. Ini tugas Bapak. Jadi, kalau diundang meresmikan kondominium, gak usah hadir lah. Kalau peresmian rusun baru hadir, “tegasnya.

Mereka yang terkena semprot itu di antaranya Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Yusuf Asyari, Direksi Pengelola dan Pelaksana Pembangunan Kawasan Kemayoran (DP3KK) Sekretariat Negara, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, dan Dirut Perum Perumnas Himawan Arief.


Kejengkelan Kalla karena menyaksikan lambannya program rumah susun seribu menara, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla kesal. Dia langsung memarahi sejumlah pejabat, termasuk menteri yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Tak tanggung-tanggung, mereka disemprot Wapres di depan umum.

Wapres kesal  karena rusun yang dibangun Perum Perumnas tersebut baru pada tahap pemasangan tiang pancang. Padahal, sudah setahun lebih pembangunan rusun itu dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Saya pikir saya datang akan lihat sepuluh tingkat. Ternyata masih begini. Sekiranya saya tidak datang, pasti tidak dibawa tiang-tiang pancang itu ke sini. Anda pasti akan melanjutkan tidur, “kata Kalla saat meninjau empat proyek rumah susun di Jakarta dan Tangerang kemarin (15/3).

Hadir pula pada kesempatan itu Men BUMN Sofyan Djalil, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Joyowinoto, dan Dirut PT Bank Tabungan Negara Gatot Widagdo. Dirut Perum Perumnas Himawan Arief langsung angkat suara.

Menurut dia, pembangunan fisik akan dimulai pertengahan April dan selesai Januari 2009. Wapres yang mengenakan baju lengan pendek berwarna putih dan bercelana biru lantas meminta Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Menpera Yusuf Asyari lebih kerap memantau proyek rusun.


Wapres juga menegur direksi DP3KK Sekretariat Negara yang hingga tiga bulan belum menyelesaikan perjanjian pelepasan lahan Bandar Udara Kemayoran. Lahan bekas bandara itu selama ini memang disewakan ke swasta. Tapi, sejak setahun lalu Wapres telah memerintahkan DP3KK memutus kontrak sewa dan digunakan untuk membangun rusun.

“Jadi, kapan MoU ditandatangani. Sudah tiga bulan kok masih diproses-proses terus. Pokoknya Senin (17/3) harus teken!” tegasnya.

Kalla juga sempat bertanya langsung kepada Direktur Jakarta Auction, salah satu penyewa lahan bekas Bandara Kemayoran, kapan bisa pindah dari kawasan Kemayoran.

“Tidak usah ambil terlalu luas tanah rakyat. Ini tanah rakyat yang punya. Percepat ya, berarti Agustus sudah diserahkan. Agustus bisa kan?” desak Kalla disambut tawa hadirin. Usai meninjau lokasi rusun Kemayoran, Rawasari, Kelapa Gading, dan Cengkareng, Wapres optimistis pembangunan seribu menara rumah susun sewa (rusunawa) dan rumah susun milik (rusunami) bersubsidi dapat dicapai pada 2011.

Tahun ini Kalla yakin paling tidak dapat diselesaikan pembangunan 100 menara rumah susun. “Kalau tahun ini bisa dibangun 100 tower, saya optimistis 2011 mendatang dapat dicapai 1.000 tower. Saya kira bisa, karena semuanya ada. Uang ada, lahan ada, kontraktor ada, pasar pun ada. Tadi Perumnas bilang fisik baru selesai 30 persen, sudah 70 persen yang dipesan. Itu artinya pasarnya ada. Hanya semangat yang harus ditambah,”ujar Kalla.

Wapres mengakui, pembangunan seribu menara butuh lahan yang banyak. Karena itu, lahan-lahan milik negara yang masih disewakan kepada swasta harus dibatalkan kontraknya untuk menjadi lokasi pembangunan rusun.

“Harga tanah Rp 3 juta per meter tidak masalah. Dengan rasio bangunan 1 : 5, artinya tipe 36 meter hanya butuh tanah lima meter persegi. Kalau harga jual rusun Rp 144 juta, berarti kan masih bisa untung,”katanya. Menurut dia, percepatan pembangunan rusun harus dilakukan karena mampu mengatasi 50-60 persen persoalan hidup masyarakat perkotaan, yakni transportasi, penggunaan lahan, banjir, pencemaran, polusi, dan kesejahteraan masyarakat miskin.

“Dengan adanya rusun yang dekat dengan tempat bekerja, seorang sopir tidak perlu mengeluarkan uang sampai 30 persen dari penghasilan untuk naik kereta dari Bogor ke kota,” katanya. Fauzi Bowo sebelumnya menjelaskan, kawasan kumuh berat di Jakarta dihuni 21 ribu kepala keluarga (KK), kawasan kumuh ringan dihuni 490 ribu KK, dan kawasan kumuh berat yang ilegal dihuni 82 ribu KK.

Karena itu, dibutuhkan 70 ribu unit rumah landed house dan 42 ribu unit rusun per tahun. Dengan perhitungan setiap rusun terdiri atas 3 blok dan enam lantai, dibutuhkan tanah 38 hektare per tahun. Sejak digagas dua tahun lalu, hingga saat ini pemerintah tengah membangun 78 tower. Tahun ini pemerintah membangun 88 tower. Pada 2009, pemerintah akan membangun 219 menara. Pada 2010 akan dibangun 257 menara dan tahun 2011 dibangun 358 menara.

JK Marah Yang Kedua

27/Juni/2008

Calon Presiden Jusuf Kalla (JK) bercerita pernah marah besar dua kali selama menjadi wakil presiden. Kemarahan tersebut dia tujukan kepada mantan Gubernur Bank Indonesia yang kini menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Boediono.

“Kemarahan pertama karena pembangunan listrik proyek 1000 megawatt untuk masyarakat banyak. Saat itu karena tidak ada duit, maka dibutuhkan penjaminan dari pemerintah, tapi Boedino (Gubernur BI saat itu) tidak mau kasih. Puncak kemarahan saya di situ,” ujar Jusuf Kalla di hadapan anggota Asosiasi Pengusaha Nasional (Apindo) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (27/6) seperti dikutip detikcom.

”Ini bukan soal marah atau tidak marah, etika atau tidak beretika. Ini soal prinsip berpikir tentang ekonomi bangsa. Kalau untuk kepentingan rakyat, tidak mau dijamin. Namun, kalau kepentingan kapitalis, maunya dijamin,” ujar Kalla di dalam pesawat dalam perjalanan menuju Ambon, Maluku.

”Satu sisi, dia (SBY) tidak ingin menjamin listrik, tetapi ingin menjamin perbankan. Menjamin listrik untuk rakyat itu tidak ada apa-apanya. Jangan semua kesalahan perbankan ditanggung oleh rakyat,” ujar Kalla.

Kalla mengungkapkan, sebelum akhirnya penjaminan perbankan ditolak, tiga kali Dewan Gubernur Bank Indonesia datang kepadanya. Saat datang Dewan Gubernur BI mengatakan, penjaminan perbankan adalah perintah Presiden.

”Boediono mengatakan bahwa ini (penjaminan perbankan) perintah Presiden. Tapi, saya katakan berbahaya, jadi saya tolak. Bukan marah atau tidak marah. Etis atau tidak etis. Ini prinsip bagaimana mengelola bangsa ke depan,” ujarnya.


Beberapa waktu kemudian, menurut Kalla, saat gejala krisis moneter kembali terjadi di Indonesia, beberapa bank meminta kepada pemerintah untuk diberikan penjaminan.

“Saat menghadap saya, orang tersebut ngomong bahwa itu adalah sudah perintah atasan. Hampir saya lempar kertasnya, akhirnya saya pukul meja saja,” kata pria berdarah Bugis ini saat menceritakan kejadian tersebut.
Lebih lanjut, Kalla menceritakan kekecewaanya terhadap kejadian tersebut. Alasannya, kenapa kebijakan untuk kepentingan rakyat malah ditolak.
“Saya tidak mau mengulangi kasus BLBI. Tidak usah berpikir neolib, lihat tindakannya waktu listrik pakai tidak setuju, saat moneter semua bank minta pinjaminan dan diberikan,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Kalla memberikan beberapa pokok permasalahan ekonomi yang ingin diselesaikannya jika nantinya terpilih menjadi pemimpin negeri ini.

“Pertama, bunga modal kita tinggi dibanding negera lain dengan jumlah 14 hingga 18 persen, kedua, listrik kita kurang, ketiga, infrastruktur kita tidak kita pikirkan, dan yang keempat, birokrasi kita yang lambat,” sebutnya.
Kebijakan yang tidak tepat membuat perekomian bangsa Indonesia tidak dapat maju. “Kita terlalu mengutamakan penjualan ke luar negeri dari pada ke dalam negeri,” pungkasnya.star

JK Marah Yang Ketiga

30/Sep/2008

JURU Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal benar-benar membuat kecewa Wakil Presiden Jusuf Kalla. Wapres mengaku sangat tersinggung dengan pernyataan Dino tentang perundingan damai Thailand. Pernyataan terbuka soal perundingan putaran ketiga antara masyarakat Thailand Selatan dan pemerintah Thailand itu menyebabkan pemerintah Thailand tersinggung.

Dino dinilai tak memiliki kompetensi memberikan keterangan tentang materi-materi sensitif yang bisa membuyarkan perdamaian di kawasan yang bergolak puluhan tahun tersebut. ??Saya benar-benar terpukul begitu mendengar pernyataan (Dino) itu. Sebab, (pernyataan itu) telah menimbulkan perdebatan yang tidak perlu di Thailand. Sebagai mediator, saya menjadi tidak enak, dinilai tidak punya etika,?? kata Kalla dalam keterangan pers di Kantor Wapres Jumat (26/9).

Dalam keterangan pers Ahad lalu, Dino membeberkan sejumlah hasil perundingan yang digelar di Istana Bogor yang dimediatori Wapres. Di antaranya, pernyataan bahwa pemerintah Thailand telah mengirim delegasi yang memiliki mandat penuh dari perdana menteri. Hal itu menimbulkan perdebatan di negara yang tengah melakukan suksesi perdana menteri tersebut.

Selain itu, Dino membeberkan bahwa kedua pihak sepakat untuk berdamai meski masih ada sejumlah poin yang harus dibicarakan lebih lanjut. Etikanya, tegas Kalla, seorang mediator tidak berhak memberikan keterangan apa pun tentang hasil perundingan. Pernyataan yang dikeluarkan seorang mediator harus bersifat umum dan mendukung proses negosiasi. Jadi, bukan menyangkut substansi perundingan, bahkan memberikan tenggat waktu perundingan. ??Kalau kita tidak jaga etika, buyar semua. Buyarnya bukan di sini, tapi di negara orang lain,?? ujarnya.

Kalla mengatakan telah menegur keras Dino karena dia tidak memiliki kapasitas untuk menyampaikan hasil perundingan yang belum dibuka oleh delegasi kedua pihak. Tindakan Dino itu, dinilai Wapres, mencemari kepercayaan yang diberikan kedua pihak yang bersengketa. ??Negosiasi itu persoalan trust. Mediator tidak boleh membocorkan hasil perundingan. Itu poin pokoknya. Karena saya mewakili negara, orang (Thailand) pikir negara yang membocorkan. Padahal, tidak ada instruksi dari saya,?? tandasnya.

Mediator, lanjut dia, seharusnya tidak memberikan komentar mengenai materi perundingan tanpa seizin pihak yang berunding. ??Saya sudah tanya ke mereka apakah mau berbicara dengan pers, jawabannya tidak, tidak. Maka, saya tidak kasih komentar. Kalau mediator mengeluarkan isi pembicaraan, itu melanggar etika,?? papar Kalla.

Terkait pernyataan Departemen Luar Negeri Thailand yang menyatakan delegasi yang dikirim tidak mewakili pemerintah, Kalla menepisnya. Sebab, dia telah mengantongi mandat dari pemerintah Thailand. Namun, Kalla mengakui, perundingan memang tidak melibatkan Kantor Menteri Luar Negeri Thailand. Sebab, persoalan Thailand Selatan adalah masalah internal satu negara.

Dengan demikian, tidak dibutuhkan peran Departemen Luar Negeri. ??Dalam perundingan MoU Helsinki, Deplu kita juga tidak dilibatkan karena ini bukan persoalan antarnegara. Ini persoalan intern negara yang diselesaikan melalui mediasi pihak ketiga di luar negeri,?? terangnya.

Meski terjadi insiden yang tidak mengenakkan tersebut, Kalla yakin, putaran perundingan berikutnya akan tetap berjalan.

Pergantian rezim yang tengah terjadi di Thailand juga tidak berpengaruh kepada proses perundingan. Sebab, mandat yang diterima Kalla ditandatangani bukan atas nama pribadi.

JK Marah Yang Keempat

18/Nov/2008

Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla mengakui sedih dengan hasil Pilkada Maluku Utara yang berakhir dengan kekalahan calon Partai Golkar.

“Tentang Malut saya juga sedih dan saya juga sedih dengar ada yang menganggap DPP tidak serius, khususnya dari teman-teman di DPR,” kata Kalla dalam penutupan sesi pemandangan umum pada Rapimnas ke-3 Partai Golkar di JCC, Sabtu malam (18/10) menanggapi kekecewaan DPD Golkar Malut mengenai hasil pilkada di wilayah itu.

Menurut Kalla, tidak ada pertentangan pilkada yang seserius itu yang ditangani oleh tim dari DPP, karena itu masalah itu berlarut hampir setahun. Oleh karena itu harus dipercepat proses penentuan kepala daerahnya.

“Saya terpaksa berargumentasi dengan presiden begitu lama. Tidak ada pesan yang ditahan di DPR maupun menteri begitu lama (tak ditunda). Saya tersinggung oleh perkataan itu,” kata Kalla dengan nada sedikit tinggi, yang disambut para peserta Rapimnas dengan teriakan ‘Hidup Ketum’.

Kalla mengatakan bahwa DPP Partai Golkar benar-benar serius dalam menangani sengketa pilkada itu

“Karena kita mempertaruhkan rakyat kecil. Anda tidak pernah melihat mayat ratusan, ribuan. Jadi janganlah berbicara seperti itu kepada DPP,” tutur ketum Partai Golkar itu.

Perlu penanganan serius dan hati-hati dalam membahas dan mengkaji kasus sengketa Pilkada Malut itu.

“Bagaimana kita menjaga persatuan bangsa. Anda boleh bicara persatuan, tapi ada nggak yang berani tampil di depan saat orang bertikai. Saya tantang itu kepada Anda semua yang hadir di sini, dan saya tidak takut. Jangan sampai masalah lokal menjadi masalah nasional,” tandasnya.

Namun, setelah sempat berbicara dengan nada tinggi, akhirnya Kalla melunak dengan meminta maaf kepada seluruh peserta Rapimnas Partai Golkar.

“Saya minta maaf, sebagai manusia saya bisa emosi,” katanya seraya sempat sikunya mengenai mikrofon di meja pimpinan yang menimbulkan suara keras.

Sebelumnya, saat pemaparan pandangan umum DPD Malut menyampaikan kekecewaan mereka terhadap DPP Partai Golkar yang dinilai tidak serius membela pasangan dari gubernur-wagub Golkar 2008-2013 Abdul Gafur-Abdurrahim Fabanyo, dan DPR Malut sudah membentuk tim hukum untuk membawa masalah ini ke Mahkamah Konstitusi.[L2]

JK Marah Yang Kelima

25/Nov/2009

13 November 2008. Pagi. Bank Century kolaps, bangkrut. Bank itu kalah kliring. Sore harinya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama rombongan, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani, terbang menuju Washington, Amerika Serikat, untuk menghadiri pertemuan G-20.

Sri Mulyani melaporkan kondisi Bank Century kepada SBY, 14 November. Hari itu juga, Sri Mulyani kembali ke Tanah Air. Tiba 17 November. Keadaan gawat. Sejumlah tindakan genting harus diambil.
Sejumlah rapat dengan Gubernur Bank Indonesia ketika itu, Boediono, harus segera digelar.

***

PUKUL 03.30 waktu Jakarta, Rabu, 26 November 2008. Udara terasa dingin. Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, sepi. Pesawat Airbus A330-341 mendarat dengan mulus.
Setelah melewati penerbangan meletihkan 30 jam dari Lima, Peru, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan rombongan turun dari pesawat.
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyambut SBY dan rombongan di tangga pesawat. Kalla bukan hanya siap menyambut, melainkan juga siap melaporkan perkembangan di Tanah Air selama presiden ke luar negeri.
Selama SBY melakukan misi 16 hari di luar negeri (ke Amerika  Serikat, Meksiko, Brasil, dan Peru), Kalla memimpin negara dan pemerintahan. Karena itu, ia segera melaporkan perkembangan di Tanah Air begitu pemberi mandat tiba.
Banyak yang dilaporkan. Salah satunya soal Bank Century. Ia melaporkan bagaimana Sri Mulyani dan Boediono menangani Bank Century.
Kalla juga melaporkan, “Saya sudah memerintahkan Kapolri untuk menangkap Robert Tantular (pemilik Bank Century). Ini perampokan.”
“Baik, baik …,” begitu reaksi presiden seperti dikutip Kalla ketika menceritakan kisah tersebut di Studio Trans Kalla, Tanjung Bunga, Makassar, Selasa (24/11).
Kalla terlihat lebih gemuk. Berat badannya naik dua kilo sejak lepas dari kesibukan sebagai wakil presiden, 20 Oktober lalu.
Dengan air muka yang cerah, Kalla berkata: “Sekarang tanggal 24 (November). Besok tanggal 25, persis setahun ketika Ani (Sri Mulyani) dan Boediono melaporkan Bank Century di kantor saya.”

***

ISTANA Wakil Presiden RI, Jakarta, pukul 16.00 WIB, Selasa, 25 November 2008. Kalla ingat persis tanggal ini, lengkap dengan harinya.
Ketika itu, ditemani stafnya masing-masing, Sri Mulyani dan Boediono melapor kepadanya mengenai Bank Century. Mereka harus melapor ke wapres karena presiden sedang di luar negeri. Pemilu presiden masih setahun lagi dan hubungan SBY-Kalla masih mesra.
“Apa? Bantuan? Kenapa harus dibantu. Ini perampokan,” kata  Kalla dengan suara keras ketika Sri Mulyani dan Boediono melaporkan “upaya penyelamatan” Bank Century.
Belum ada yang menduga bahwa kelak Boediono akan berpasangan dengan SBY, dan menang. Kalla adalah bos ketika itu.
Menurut Kalla, kedua pejabat itu melaporkan bahwa Bank Century menghadapi masalah besar. Masalah muncul karena krisis ekonomi global. Karena itu, Bank Century harus dibantu pemerintah dengan cara mengucurkan dana bailout (talangan).
Bila tidak dibantu, demikian kedua pejabat itu meyakinkan Kalla, masalah Bank Century akan berimbas ke bank-bank lainnya. Pada akhirnya, perekonomian nasional akan oleng.
“Saya tidak setuju dengan pandangan itu. Krisis itu menghantam banyak orang. Masak ada badai cuma satu rumah yang kena. Tidak. Bila hanya Bank Century yang kena, itu bukan krisis. Yang bermasalah adalah Bank Century dan itu bukan karena krisis melainkan karena uang bank itu dirampok pemiliknya sendiri. Ini perampokan!” Kalla berteriak dengan keras.
“Lapor ke polisi,” perintah Kalla kepada Sri Mulyani dan Boediono. “Sangat jelas, ini perampokan. Jangan berikan dana talangan.”
Sri Mulyani dan Boediono tidak berani. Bahkan mereka sempat bertanya, pasal apa yang akan dikenakan.
“Itu urusan polisi. Pokoknya ini perampokan,” teriak Kalla lagi.
Karena melihat Sri Mulyani dan Boediono tidak menunjukkan gelagat akan memproses kasus ini secara hukum, Kalla lalu mengambil handphone-nya, menelepon Kapolri Bambang Hendarso Danuri.
“Tangkap Robert Tantular…,” teriaknya kepada Kapolri. Setelah menjelaskan secara singkat latar belakangan masalah, Kalla  memerintahkan, “Tangkap secepatnya”.
“Saya tidak tahu pasal apa yang harus dikenakan. Ini perampokan, tangkap. Soal pasal urusan polisi,” cerita Kalla sambil tertawa.
Dua jam kemudian, Kapolri menelepon. Robert Tantular telah ditangkap oleh tim yang dipimpin Kabareskrim Susno Duaji.
Mengingat kecepatan polisi bertindak, dengan nada berkelakar, Kalla mengatakan, polisi itu baik asal diperintah untuk tujuan kebaikan.

***

DI ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 3 September 2009, Robert Tantular diadili. Ketika membacakan duplik, pengacaranya, Bambang Hartono, memprotes Kalla.
Ia menilai Kalla telah mengintervensi hukum karena memerintahkan Kapolri untuk menangkap kliennya.
“Tindakan tersebut bertentangan dengan hak asasi manusia,” protes sang pengacara.
Menurut Bambang, penangkapan Robert Tantular tidak memiliki dasar hukum. Ia mengutip Boediono: “Pak Boediono selaku Gubernur BI mengatakan bahwa tidak bisa dilakukan penangkapan karena tidak ada dasar hukumnya.”
Mendengar protes pengacara itu, Kalla memberikan reaksi keras. Bahkan terus terang ia mengaku sangat marah.
Kata Kalla, “Saya marah karena saya disebut mengintervensi. Tidak. Saya tidak intervensi. Yang benar, saya memerintahkan polisi agar Robert Tantular ditangkap. Ini perampokan,” katanya sambil tertawa.
Robert telah merugikan Bank Century, yang tentu saja  ditanggung nasabahnya, sebesar Rp 2,8 triliun.
Bank yang “dirampok” pemiliknya sendiri itu justru mendapatkan bantuan pemerintah, melalui tangan Sri Mulyani dan Boediono, sebesar Rp 6,7 triliun.
Pengadilan memvonis Robert penjara empat tahun dan denda Rp 50 miliar/subsider lima bulan penjara.

***

24 November 2009. Kalla kini bernapas lega karena apa yang diyakininya sebagai perampokan di Bank Century pelan-pelan terkuak.

Repoter Nyamuk melaporkan untuk MPiers
http://nyamuklagi.multiply.com/journal/item/171/

Soal Pembakaran tempat ibadah

By iBNuX, 9 May 2010 20:55

View only on PC



POP3 pada yahoo.com

By iBNuX, 4 May 2010 09:41

sudah tahu kan klo yahoo.com untuk menggunakan pop3 harus bayar?
Image

 

tapi ternyata ada cara nya supaya ngga bayar, terutama untuk orang Asia :)

caranya

  1. Login ke email mail.yahoo.com anda
  2. masuk ke optionmore options…
    Image
  3. pilih accountsadd or edit an account dan anda akan dibukakan tab baru
    Image
  4. pilih Account Information di kiri bawah
    Image
  5. Anda akan diminta Login lagi
  6. Setelah masuk, scroll ke bawah dan cari account settings
    Image
    pilih set Language, site, timezone
  7. ubah menjadi seperti gambar di bawah ini
    Image
  8. lalu save
  9. sekarang kembali ke tab sebelumnya, lalu refresh
  10. masuk lagi ke option -> more options..
    Image
  11. pilih deh POP & forwarding
    Image
  12. sekarang muncul deh setup or edit POP & Forwarding :)
    klik untuk mengaktifkan pop3
    Image

Mudah bukan :)

begitulah agar email yahoo.com anda bisa diakses dari outlook express, thunder bird atau email client lainnya :)

sumber: milis ID-Android

Panorama Theme by Themocracy